Kotawaringin Barat

Warga Mengeluh karena Rawan Kecelakaan

44
×

Warga Mengeluh karena Rawan Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
UJI COBA : Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Barat uji coba rekayasa lalu lintas pemasangan barikade di simpang Jalan Bhayangkara menuju Sport Center Pangkalan Bun, beberapa waktu lalu. FOTO RADAR KALTENG

Dishub Kobar Uji Coba Penanganan Simpang Bhayangkara–Sport Center

PANGKALAN BUN – Simpang tiga Jalan Bhayangkara menuju Sport Center Pangkalan Bun dikeluhkan warga pengguna jalan lantaran rawan kecelakaan. Pasalnya, persimpangan tersebut berbentuk tidak simetris dan menikung, ditambah adanya perbedaan ketinggian permukaan jalan.

Kondisi ini mendorong Forum Lalu Lintas Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membahas langkah penanganan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar sebelumnya mendesak agar persoalan geometrik simpang yang dinilai kurang ideal itu segera ditangani instansi terkait.

Forum Lalu Lintas yang melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas PUPR, Bapperida, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, dan Satlantas akhirnya menyepakati penanganan sementara yang perlu diuji coba dahulu sebelum ditetapkan sebagai solusi permanen. Dalam tahap awal, petugas Dishub melakukan pemasangan barikade pada median jalan dari arah Sport Center.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kobar Nur Soleh mengatakan, pemasangan barikade dimaksudkan untuk melihat perubahan pola pergerakan kendaraan, sekaligus menjadi tahap pengujian untuk mencari formula penanganan yang paling sesuai.

“Pemasangan barikade ini merupakan penanganan sementara. Apabila efektif, maka akan dimasukkan ke dalam usul serta rekomendasi untuk pembangunan atau penambahan median jalan,” ujarnya.

Menurut dia, hasil uji coba akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan bentuk penanganan selanjutnya. Pihaknya juga melakukan survei guna menghitung kebutuhan fasilitas keselamatan jalan, termasuk rambu-rambu lalu lintas.

“Kondisi lalu lintas dipantau terus selama uji coba. Hasil pemantauan nanti akan digunakan untuk menilai efektivitas rekayasa serta menyusun rekomendasi penanganan simpang,” tukasnya.

Nur Soleh menambahkan, perbedaan elevasi sekitar 20 sentimeter dan model simpang tikungan membuat aspek keselamatan pering diperhitungkan secara komprehensif sebelum penanganan permanen. Dishub Kobar berharap, langkah penangan yang diupayakan mampu meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *