Palangka Raya

Hujan Lebat Guyur Palangka Raya, Kalaksa BPB-PK Pastikan Bukan OMC

408
×

Hujan Lebat Guyur Palangka Raya, Kalaksa BPB-PK Pastikan Bukan OMC

Sebarkan artikel ini
Hujan Lebat Guyur Palangka Raya, Kalaksa BPB-PK Pastikan Bukan OMC.

PALANGKA RAYA – Hujan lebat akhirnya mengguyur sejumlah wilayah Kota Palangka Raya, Selasa (8/9/26) sore. Setelah beberapa hari masyarakat menghadapi kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), turunnya hujan langsung disambut rasa syukur.

Hujan bahkan sempat berlangsung cukup deras dan dalam durasi panjang di kawasan Jalan Sakan VIII. Kondisi tersebut membuat warga berharap hujan mampu membantu mengurangi asap sekaligus membasahi lahan yang rawan terbakar.

Namun, di tengah turunnya hujan tersebut muncul pertanyaan di kalangan masyarakat. Apakah hujan kali ini murni fenomena alam atau merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)?

Kepala Pelaksana BPB-PK Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, memastikan hujan yang mengguyur Palangka Raya merupakan fenomena alam.

“Hujan yang turun ini alami, bukan hasil OMC,” tegas Ahmad Toyib saat dikonfirmasi Radar Kalteng.

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memang telah memprakirakan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah pada 7 sampai dengan 8 September 2026.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan Sidiq, menyebut potensi hujan tersebut tidak hanya terjadi di Palangka Raya.

“Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Barito Utara, Barito Selatan, Murung Raya, dan Kota Palangka Raya,” ujarnya, Selasa (8/9/26).

Hujan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang beberapa waktu terakhir harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.

Selain membantu meningkatkan kelembapan lahan, hujan diharapkan dapat turut memperbaiki kualitas udara dan menekan potensi munculnya titik api baru.

Nur, warga Jalan Sakan VIII, mengaku sangat bersyukur melihat hujan turun cukup deras di wilayahnya.

“Kami sangat bersyukur hujan turun hari ini. Semoga ini menjadi berkah dan asap pekat yang selama ini mengganggu bisa segera hilang,” ungkapnya.

Menurut Nur, masyarakat sudah cukup lama berharap datangnya hujan untuk membantu mengatasi kondisi asap akibat karhutla.

“Mudah-mudahan hujannya tidak hanya sebentar. Semoga lahan yang terbakar bisa benar-benar basah, apinya padam, dan karhutla segera berakhir,” harapnya.

Turunnya hujan pun menjadi momentum yang dinanti warga Palangka Raya. Setelah panas, kering, dan asap menyelimuti sejumlah kawasan, guyuran air dari langit setidaknya memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *