DPRD Murung Raya

Ketua Dewan Dukung Langkah Tim Gabungan

56
×

Ketua Dewan Dukung Langkah Tim Gabungan

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Murung Raya H Rumiadi. foto: ist

PURUK CAHU – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya H Rumiadi SE SH MH mengaku, secara pribadi maupun kelembagaan terus mengikuti kondisi dan perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat terkait keberadaan hingga antrean panjang masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Dia pun siap mendukung langkah tim gabungan dalam mengatasi persoalan yang berhubungan dengan BBM tersebut.

Terkait kondisi tersebut, pemerintah daerah melakukan rapat koordinasi bersama pihak stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). “Kita terus pantau kondisi yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya harga BBM di tingkat pengecer ini, baik melalui media sosial maupun laporan langsung yang disampaikan masyarakat kepada kita secara pribadi maupun kelembagaan,” kata Rumiadi yang merupakan anggota DPRD asal PDI Perjuangan kepada awak media usai memimpin Rapat Paripurna ke-10 Masa Sidang II Tahun 2026 di Gedung DPRD Mura, Selasa (1/9/2026) lalu.

Menurut dia, berdasarkan laporan hasil koordinasi bersama pihak SPBU setempat, kondisi ataupun permasalahan yang terjadi saat ini terkait ketersediaan BBM di tingkat SPBU sedikit mengalami kendala di sektor distribusi.

“Mereka (SPBU) mengalami sedikit kendala distribusi. Namun tetap lancar, khususnya untuk kebutuhan di Murung Raya. Terkait informasi adanya kenaikan harga di tingkat pengecer, ini merupakan tugas pemerintah daerah bagaimana melakukan komunikasi dan koordinasi supaya penetapan satu harga itu menjadi patokan utama,” tegasnya.

Rumiadi juga membeberkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan rapat koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, TNI, Polri, Satpol PP, dan Disperindagkop selaku regulator. “Kami sangat menaruh perhatian positif terkait kondisi ini, karena ini merupakan kebutuhan, bukan keinginan. Karena kebutuhan BBM itu untuk melancarkan barang dan jasa, baik individu para pelaku usaha ekonomi dan sebagainya dalam rangka mendistribusikan ke masyarakat selaku konsumen,” tegasnya.

Terkait kenaikan harga BBM di tingkat pngecer, menurut Rumiadi, tidak semua terjadi. Dia berharap kondisi tersebut dapat dikendalikan oleh pemerintah daerah.

Sekadar diketahui, pada Selasa (1/9/2026), masyarakat mendapat informasi kenaikan harga bahan bakar minyak di tingkat pengecer. Warga berharap agar pemerintah turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut

Kondisi tersebut terjadi diduga akibat sulitnya masyarakat mendapatkan BBM di satu-satunya SPBU yang ada di Murung Raya. (udi/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *