EntertainmentFeatureKalimantan Tengah

Melihat Langsung Karhutla, Prihatin dengan Warga Asli

63
×

Melihat Langsung Karhutla, Prihatin dengan Warga Asli

Sebarkan artikel ini
LIHAT KARHUTLA : Sherina Munaf saat datang ke Palangka Raya dan menyaksikan langsung kebakaran hutan dan lahan, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Perjalanan Aktris Sherina Munaf ke Kalteng

Titik-titik kecil itulah yang kemudian membuat Sherina Munaf semakin melihat bahwa persoalan karhutla tidak sesederhana memadamkan api yang terlihat. Ada bara yang harus dipastikan benar-benar mati, dan ada lahan yang harus dipantau serta ada potensi api kembali membesar ketika cuaca dan angin mendukung.

SALAH satu hal yang paling membuat Sherina prihatin adalah dampak asap yang menurutnya sangat besar meski berasal dari titik api yang terlihat kecil. Dia melihat sendiri bagaimana titik api tersebut menghasilkan asap pekat. “Jadi aku melihat api kecil itu saja impact asapnya sudah terlalu parah dan aku tidak membayangkan warga asli sana terdampak seperti apa,” ungkap aktris yang juga merupakan seorang aktivis lingkungan hidup itu.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian Sherina tidak berhenti pada apa yang terlihat di lokasi kebakaran. Di balik kepulan asap, ada masyarakat yang harus tetap menjalani aktivitas sehari-hari.

Ada anak-anak yang harus bersekolah, ada orang tua yang harus bekerja, ada masyarakat yang harus menghirup udara yang kualitasnya terganggu serta ada kelompok rentan yang mungkin merasakan dampaknya jauh lebih berat.

Apa yang dilihat Sherina dari perjalanan udara kemudian menemukan gambaran yang lebih nyata ketika dia berada di daratan.

Dari atas, Kalteng tampak tertutup kabut, dari bawah, asap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak.

Kunjungan Sherina ke Kalteng tidak hanya berkaitan dengan penanganan karhutla. Sebagai sosok yang selama ini aktif menyuarakan isu lingkungan, kedatangannya juga berkaitan erat dengan upaya perlindungan satwa. Khususnya orang utan.

Sherina dijadwalkan mengunjungi pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Survival Foundation di Nyaru Menteng. Di tempat tersebut, dia ingin melihat langsung kondisi sekolah hutan yang berada di tengah situasi kepungan asap.

Sekolah hutan menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi orang utan sebelum nantinya mereka dapat kembali ke habitatnya. Namun ketika lingkungan sekitar menghadapi karhutla dan asap, keselamatan satwa juga menjadi perhatian.

Sherina ingin melihat bagaimana langkah-langkah preventif dilakukan BOSF untuk menjaga sekitar 200 individu orang utan yang berada di pusat rehabilitasi tersebut.

Kehadiran asap membuat persoalan karhutla menjadi lebih luas. Bukan hanya manusia yang harus dilindungi, satwa yang berada dalam kawasan terdampak juga membutuhkan perhatian. Terlebih orang utan yang berada di pusat rehabilitasi tersebut tengah menjalani proses panjang untuk kembali hidup di alam.

Setelah dari kawasan BKSDA dan Nyaru Menteng, perjalanan Sherina masih berlanjut. Mantan istri Baskara Mahendra itu dijadwalkan menuju Tambora, lokasi yang berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan dari Kota Palangka Raya. Perjalanan menuju lokasi tersebut menjadi bagian lain dari upayanya melihat langsung bagaimana penanganan karhutla dilakukan.

Di Tambora, Sherina dijadwalkan menyaksikan para pemadam yang bekerja membuat sumur untuk mendukung upaya penanganan kebakaran. Pekerjaan tersebut bahkan dilakukan hingga dini hari.

Sherina datang ke Kalteng bukan sekadar membawa nama sebagai seorang aktris. Dia datang sebagai aktivis lingkungan yang ingin melihat sendiri apa yang terjadi di lapangan.

Dari asap yang masuk ke kabin pesawat hingga perjuangan pemadam di tengah lahan terbakar, perjalanan tersebut memperlihatkan satu kenyataan: karhutla tidak berhenti pada kobaran api. Dampaknya bisa menjalar jauh. Bahkan sampai ke udara yang dihirup dan ruang hidup manusia serta satwa. (habis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *