KUALA KURUN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gunung Mas. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.
Imbauan tersebut disampaikan anggota DPRD Gunung Mas Darwinson Concon, Rabu (2/9/2026). Darwinson mengatakan, musim kemarau membuat lahan dan kawasan yang kering lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat juga harus waspada dan jangan melakukan pembakaran sembarangan,” ujarnya.
Menurut dia, karhutla bukan hanya berkaitan dengan kebakaran lahan, tapi juga berdampak langsung terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Kabut asap yang muncul akibat karhutla dapat mengganggu kesehatan warga. Terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Darwinson minta masyarakat tidak menganggap sepele api sekecil apa pun. Kondisi lahan yang mudah terbakar dapat membuat api dengan cepat merembet dan sulit dikendalikan. “Musim sekarang sangat mudah terjadi kebakaran. Karena itu, kita harus sama-sama menjaga dan mencegah agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas,” katanya.
Dia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, BPBD, TNI, Polri maupun petugas pemadam. Peran masyarakat menjadi salah satu kunci utama untuk mencegah munculnya titik api baru.
Darwinson minta masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. “Kalau memang tidak perlu dibakar, jangan dibakar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan membantu pemerintah mencegah karhutla,” pungkasnya.
Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama, potensi meluasnya karhutla di Gunung Mas diharapkan dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat tidak semakin besar. (nya/ens)










