DPRD Palangka Raya

HST Sambut Baik Kehadiran Isen Mulang FC

46
×

HST Sambut Baik Kehadiran Isen Mulang FC

Sebarkan artikel ini
MENGHADIRI : Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya Hatir Sata Tarigan (kiri) bersama Muhdirin yang merupakan salah satu pemerhati sepak bola Palangka Raya yang juga mantan manajemen Persepar saat menghadiri perkenalan bersama pemain dan manajemen Isen Mulang Kalteng FC, beberapa waktu lalu. DOKUMEN PRIBADI UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kembalinya aktivitas sepak bola profesional di Kalimantan Tengah melalui Isen Mulang Kalteng FC mendapat sambutan positif dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya. Kehadiran tim tersebut menjadi momentum kembali menghidupkan gairah sepak bola di Bumi Tambun Bungai.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, keberadaan klub Liga 1 Nasional itu diharapkan mampu memperkuat kebersamaan serta membuka ruang bagi talenta muda daerah.

Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya Hatir Sata Tarigan (HST) menyambut baik kembali aktifnya sepak bola profesional di Kalteng setelah sempat vakum pasca ketidakjelasan nasib Kalteng Putra FC. “Ya, menyambut baik dan senang sekali. Artinya sepak bola Kalteng yang sempat vakum, sekarang aktif kembali,” kata Hatir, Selasa (1/9/2026).

Menurut mantan ketua dan manajer Persepar Palangka Raya itu, kehadiran tim sepak bola profesional juga dapat menjadi wadah bagi masyarakat berkumpul dan membangun kebersamaan. Karena itu, ia mendorong masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya, memberikan dukungan kepada Isen Mulang Kalteng FC.

“Kami mendorong suporter karena di sini masyarakat bisa bertemu, membaur. Kami sangat mendukung dan mengajak masyarakat Kalteng, khususnya di Palangka Raya,” ungkapnya.

Hatir berharap, keberadaan Isen Mulang Kalteng FC tidak hanya berlangsung sesaat atau sekadar menjadi pelengkap kompetisi. Menurutnya, keberlanjutan tim sangat dipengaruhi dukungan masyarakat. “Tidak ada limit waktu. Selama masih diterima dan didukung masyarakat, akan masih di sini,” akuinya.

Di sisi lain, Hatir menilai pembinaan pemain muda perlu menjadi perhatian sebagai bagian dari pembangunan ekosistem sepak bola berkelanjutan.

Kelompok usia di bawah tim senior penting untuk menjadi jalur bagi putra daerah mengembangkan karier hingga tingkat nasional. “Junior-junior, kelompok usia di bawah tim ini, harapannya putra daerah jadi pintu meniti karier ke pentas nasional,” pungkasnya. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *