FeatureKalimantan Tengah

Bangun 40 Sumur Bor di Kameloh dan Perbatasan Pulpis

72
×

Bangun 40 Sumur Bor di Kameloh dan Perbatasan Pulpis

Sebarkan artikel ini
SUMUR BOR : Personel Kodam XXII/Tambun Bungai membangun sumur bor di wilayah rawan kebakaran sebagai langkah mempercepat penanganan titik api sekaligus membasahi lahan gambut yang rawan terbakar. FOTO PENDAM XX/TB UNTUK RADAR KALTENG

Ketika Kodam XXII/TB Turunkan Prajurit ke Lokasi Karhutla

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus diperkuat. Personel Kodam XXII/Tambun Bungai pun diturunkan untuk membangun sejumlah sumur bor di wilayah yang dinilai rawan kebakaran.

HAL itu sebagai langkah mempercepat penanganan titik api sekaligus membasahi lahan gambut yang rawan terbakar. Pemasangan sumur bor tersebut merupakan bagian dari upaya memaksimalkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) yang didrop pemerintah pusat untuk mendukung penanggulangan karhutla di Kalteng.

Langkah tersebut dilakukan setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026) lalu.

Menindaklanjuti hasil rapat tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memerintahkan jajarannya memperkuat penanganan karhutla. Salah satunya melalui pemasangan sumur bor di lokasi rawan kebakaran.

Selain dukungan helikopter untuk operasi water bombing, pemerintah pusat juga memberikan bantuan sarpras sumur bor untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air di lokasi rawan karhutla.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kelurahan Kameloh, Kota Palangka Raya dan perbatasan Pulang Pisau. Pemasangan sumur bor juga dilakukan di sejumlah titik rawan lainnya dalam Kota Palangka Raya.

Dandim 1016/Palangka Raya Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memasang sekitar 40 sumur bor di Kameloh Baru hingga perbatasan Kabupaten Pulang Pisau.

Menurut dia, keberadaan sumur bor diharapkan menjadi sumber air membasahi lahan gambut sekaligus membantu mencegah api berkembang dan meluas. “Untuk satu sumur bor, estimasi sumber airnya dapat digunakan untuk membasahi lahan gambut sekitar 100 meter persegi dengan durasi lebih dari tiga jam,” katanya saat diwawancara di lokasi karhutla, Kamis (27/08/2026) lalu.

Pemasangan sumur bor di wilayah rawan karhutla menjadi salah satu langkah penting menekan perkembangan titik api yang terus bermunculan di Kalteng. Terlebih kondisi musim kemarau dan kekeringan menyebabkan sumber air di sejumlah kawasan semakin terbatas.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan melakukan pemadaman maupun upaya pendinginan lahan. Bantuan sumur bor dari pemerintah pusat diharapkan menjadi solusi efektif menyediakan sumber air alternatif di kawasan rawan karhutla.

TNI juga menegaskan komitmennya terus membantu pemerintah menghadapi bencana yang kerap terjadi ketika siklus kemarau panjang melanda Kalteng.

Dengan memperkuat sarana pemadaman dari darat, dukungan personel, hingga operasi water bombing dari udara, penanganan karhutla diharapkan dilakukan lebih cepat, sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas dan kabut asap dapat ditekan. (cen/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *