Kalimantan Tengah

Sekolah PJJ, Siswa Tetap ke Sekolah Ambil MBG? Kadisdik Kalteng: Kebijakannya Sudah Dievaluasi

530
×

Sekolah PJJ, Siswa Tetap ke Sekolah Ambil MBG? Kadisdik Kalteng: Kebijakannya Sudah Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi : Sekolah PJJ, Siswa Tetap ke Sekolah Ambil MBG Kadisdik Kalteng Kebijakannya Sudah Dievaluasi.

PALANGKA RAYA – Penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi sejumlah satuan pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap memunculkan persoalan baru.

Di satu sisi, siswa diminta belajar dari rumah demi mengurangi paparan udara yang tidak sehat. Namun di sisi lain, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi perhatian karena siswa dilaporkan tetap diminta datang ke sekolah untuk mengambil makanan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat tujuan perlindungan siswa melalui kebijakan PJJ menjadi tidak maksimal.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo mengatakan pelaksanaan MBG memiliki mekanisme tersendiri. Bahkan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan MBG di satuan pendidikan di Kalteng.

“Hari ini juga sudah ada SE dari BGN terkait dengan pelaksanaan MBG di setiap satuan pendidikan yang ada di Kalteng,” kata Reza.

Menurutnya, koordinasi terkait teknis pelaksanaan MBG dapat dilakukan melalui koordinator wilayah yang ada di Kalteng.

Namun, ketika ditanya mengenai kondisi siswa yang tetap harus datang ke sekolah untuk mengambil MBG meski pembelajaran telah dialihkan ke rumah, Reza menegaskan bahwa persoalan tersebut telah masuk dalam evaluasi kebijakan.

“Ya, karena memang sudah dievaluasikan kebijakannya. Karena kondisinya kita kondisi sedang tidak nyaman,” ujarnya.

Sebelumnya, ditemukan sejumlah siswa yang tetap datang ke sekolah untuk mengambil MBG meskipun kebijakan PJJ mulai diterapkan.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, sebab siswa yang seharusnya berada di rumah untuk menghindari paparan kabut asap justru kembali terpapar ketika harus mendatangi sekolah.

Reza menegaskan, keberadaan program MBG tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan keselamatan peserta didik.

Menurutnya, keputusan penerapan PJJ harus mempertimbangkan kondisi secara menyeluruh, mengingat kualitas udara akibat kabut asap dapat berubah dengan cepat.

“Kemarin sudah dalam proses analisa, karena yang namanya kabut asap, mungkin ini cerah, kayak kemarin itu kita lihat, tiba-tiba kabutnya hilang, terus nanti ada kabut lagi. Nah, ini yang harus kita membuat satu kebijakan harus dengan perhitungan,” pungkasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *