Pulang Pisau

Safari Maulid, Bupati Ingatkan Warga Bahaya Karhutla

47
×

Safari Maulid, Bupati Ingatkan Warga Bahaya Karhutla

Sebarkan artikel ini
SAFARI MAULID : Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i menghadiri Safari Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Baiturrahman, Desa Tahai Baru, Kecamatan Maliku, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa’i menghadiri Safari Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar di Masjid Baiturrahman, Desa Tahai Baru, Kecamatan Maliku, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah bersama masyarakat mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.

Bupati Ahmad Rifa’i menyampaikan rasa syukur dapat berkumpul bersama masyarakat dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Menurut dia, peringatan Maulid Nabi tidak hanya kegiatan seremonial saja, tapi juga momentum penting memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita bersama meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ahmad Raifa’i.

Dia berharap, peringatan Maulid Nabi semakin memperkokoh nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan masyarakat Pulang Pisau, sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, harmonis, dan penuh keberkahan.

Selain menyampaikan pesan keagamaan, bupati juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga Desa Tahai Baru dan Kecamatan Maliku, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati minta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran serta mengajak perangkat desa bersama masyarakat terus menjaga wilayah masing-masing.

“Khususnya kepada masyarakat Kecamatan Maliku, Desa Tahai Baru, saya mengimbau agar selalu waspada terhadap karhutla. Kepada perangkat desa, mari bersama-sama menjaga wilayah agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” harapnya.

Bupati menegaskan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi pemerintah, perangkat desa dan masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah serta menangani potensi karhutla. (ung/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *