Lamandau

Bupati Bangga Tahura Dapat Penghargaan Kemenhut

53
×

Bupati Bangga Tahura Dapat Penghargaan Kemenhut

Sebarkan artikel ini
TERIMA PENGHARGAAN : UPTD Tahura di Kabupaten Lamandau menerima Anugerah Konservasi Alam 2026 dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Kamis (27/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dalam bidang lingkungan dan kehutanan. Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Lamandau menerima Anugerah Konservasi Alam 2026 dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Penghargaan pada kategori UPT/UPTD Akseleratif Bidang Perencanaan tersebut diserahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan pada puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Lamandau Ostra Wungkana yang hadir mewakili Bupati Rizky Aditya Putra menerima penghargaan tersebut.

Penghargaan itu diberikan karena UPTD Tahura dinilai sukses menunjukkan peningkatan efektivitas perencanaan yang paling akseleratif di Indonesia dalam hal pengelolaan kawasan konservasi.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyatakan rasa bangga atas pencapaian ini. Terlebih Lamandau menjadi satu-satunya pemerintah daerah tingkat kabupaten di Indonesia yang berhasil memboyong penghargaan kategori tersebut. “Ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Lamandau. Kita tercatat sebagai satu-satunya pemerintah kabupaten se-Indonesia yang menerima penghargaan tersebut,” ungkap Rizky kepada wartawan, kemarin.

Rizky menegaskan, apresiasi dari pemerintah pusat ini bukan sekadar pencapaian di atas kertas, tapi menjadi pelecut semangat untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan yang tersisa di Lamandau. “Tentu penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus berupaya menjaga hutan yang masih tersisa,” tegasnya.

Bupati juga menaruh harapan besar agar rencana pengusulan kawasan hutan baru, yakni Tahura Bahu Burung, dapat segera disetujui pemerintah pusat. Keberadaan Tahura Bahu Burung dinilai sangat krusial sebagai benteng kelestarian alam sekaligus pelindung cadangan air di hulu Sungai Bulik.

“Kita doakan semoga usulan Taman Hutan Raya yang baru, Tahura Bahu Burung, bisa disetujui pemerintah pusat, supaya hutan dan cadangan air di hulu Sungai Bulik bisa terlindungi,” harapnya. (han/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *