Boswelli Research Team Teliti Potensi Doxycycline untuk Kanker Payudara (2)
Salah satu pemeriksaan menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan salah satu formulasi memiliki nilai transmitansi tertinggi sebesar 98,2 persen pada kondisi pengukuran yang dilakukan tim. Namun angka tersebut belum dapat diterjemahkan sebagai bukti bahwa formulasi tersebut efektif terhadap kanker.
Masih ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab melalui pengujian berikutnya. Untuk mengetahui bagaimana nanoemulsi memberikan respons terhadap sel, sampel telah dikirim ke Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa (LIHTR) Universitas Airlangga untuk menjalani uji sitotoksisitas dan uji migrasi.
Karena itu, Boswelli Research Team menegaskan bahwa penelitian mereka belum sampai pada tahap membuktikan nanoemulsi Dox FO sebagai obat maupun terapi kanker payudara.
Sikap hati-hati tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan penelitian mereka. Setiap hasil yang diperoleh dipandang sebagai data yang harus dianalisis lebih lanjut, bukan sebagai kesimpulan akhir.
Tim juga masih melanjutkan penelitian molecular docking untuk memperdalam kajian mengenai kemungkinan interaksi antara senyawa dan protein yang menjadi target penelitian.
Bagi para mahasiswa, pengalaman tersebut memberikan pelajaran yang tidak selalu ditemukan di ruang kuliah.
Penelitian membuat mereka harus berhadapan dengan proses formulasi, analisis, pengiriman sampel, koordinasi dengan berbagai institusi, hingga menunggu hasil pengujian.
“Penelitian ini mengajarkan kami bahwa sebuah inovasi tidak lahir dalam satu langkah. Kami harus melewati berbagai tahapan. Mulai penelitian berbasis komputer, pembuatan formulasi di laboratorium, pemeriksaan karakteristik, hingga pengujian di berbagai institusi,” kata Georgia.
Kolaborasi lintas laboratorium menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Keterbatasan fasilitas tidak menjadi akhir dari penelitian, tetapi justru mendorong tim untuk bekerja sama dengan institusi yang memiliki fasilitas dan keahlian berbeda.
Di luar laboratorium, Boswelli Research Team juga membawa penelitian mereka ke berbagai kegiatan ilmiah selama pelaksanaan PKM-RE 2026.
Dalam Seminar Kreativitas Mahasiswa #3, tim mengikuti kompetisi presentasi dan poster. Mereka berhasil meraih 2nd Place Winner of the Best Poster Awards. Sementara Georgia Laura Viwanda meraih 2nd Place Winner of the Best Presenter Awards.
Prestasi tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk belajar menerjemahkan penelitian yang kompleks menjadi informasi yang dapat dipahami orang lain.
Bagi Boswelli Research Team, keberhasilan penelitian bukan semata-mata ketika sebuah formulasi langsung menunjukkan hasil yang diharapkan.
Lebih dari itu, mereka ingin memastikan setiap tahapan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat menjadi dasar bagi penelitian berikutnya.
Doxycycline yang selama ini dikenal sebagai antibiotik kini menjadi objek eksplorasi baru. Minyak kemenyan yang berasal dari bahan alam dipadukan dalam sistem nanoemulsi.
Sementara itu, serangkaian pengujian masih berjalan untuk mengetahui karakteristik dan respons formulasi tersebut terhadap sel.
Belum ada kesimpulan bahwa kombinasi tersebut dapat menjadi terapi kanker. Justru, penelitian ini masih berada dalam tahap untuk mencari tahu apakah ada dasar ilmiah yang cukup untuk melangkah lebih jauh.
“Kami berharap penelitian ini tidak berhenti pada hasil yang kami peroleh saat ini. Kami ingin setiap data yang dihasilkan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan penelitian berikutnya,” ujar Georgia.
Dari sebuah obat yang dikenal sebagai antibiotik, para mahasiswa itu kini mengajukan pertanyaan baru di meja laboratorium. Jawabannya mungkin belum mereka miliki. Tetapi bagi Boswelli Research Team, proses untuk mencarinya sudah menjadi bagian penting dari perjalanan penelitian. (habis)












