Palangka Raya

Fairid Melayat Ketua TSAK yang Meninggal Saat Bertugas Padamkan Karhutla

469
×

Fairid Melayat Ketua TSAK yang Meninggal Saat Bertugas Padamkan Karhutla

Sebarkan artikel ini
Fairid Melayat Ketua TSAK yang Meninggal Saat Bertugas Padamkan Karhutla
Fairid Melayat Ketua TSAK yang Meninggal Saat Bertugas Padamkan Karhutla.

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, melayat langsung ke kediaman almarhum Akhmad Rizani (54), Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK), di Jalan Mendawai VI, Kota Palangka Raya.

Akhmad Rizani meninggal dunia setelah sebelumnya terjun langsung bersama timnya dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palangka Raya.

Saat melayat, Fairid menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ia mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima Allah SWT serta keluarga diberikan ketabahan.

Fairid mengatakan, dirinya mengenal almarhum dan keluarganya. Menurutnya, Akhmad Rizani merupakan relawan pemadam yang selama ini mendedikasikan dirinya untuk membantu penanganan karhutla.

“Relawan pemadam sudah bekerja semaksimal mungkin, mendedikasikan dirinya sampai akhirnya tumbang dan meninggal dunia,” ujar Fairid, Kamis (27/8/26).

Fairid mengungkapkan, almarhum memiliki riwayat penyakit hipertensi. Meski demikian, pada hari terakhir bertugas, Akhmad tetap turun langsung ke lapangan dan menjalankan perannya sebagai Ketua TSAK.

Kejadian bermula setelah tim almarhum menyelesaikan pemadaman di salah satu titik api. Setelah api dinyatakan padam, anggota tim melaporkan kondisi tersebut kepada Akhmad yang kemudian berencana mengecek langsung untuk memastikan api benar-benar telah padam.

“Sebelum dipastikan, beliau roboh,” kata Fairid.

Peristiwa tersebut terjadi pada sore hari. Sebelumnya, almarhum juga sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sejak Sabtu.

Atas kejadian ini, Fairid mengimbau masyarakat untuk turut menjaga dan mengawasi lahan masing-masing.

Ia menekankan bahwa para petugas dan relawan karhutla memiliki beban kerja yang berat karena dapat bekerja sejak pagi hingga malam hari.

“Tim dan relawan itu bekerja dari pagi sampai malam, setiap hari. Mereka juga manusia, lelah dan capeknya luar biasa,” ujarnya.

Karena itu, Fairid meminta masyarakat ikut memberikan dukungan, terutama dalam melakukan pengawasan terhadap potensi munculnya titik api.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah dan relawan dalam menghadapi karhutla.

Selain itu, Pemerintah Kota Palangka Raya kini mewajibkan pemeriksaan kesehatan bagi personel sebelum memulai aktivitas di lapangan. Kebijakan tersebut sebelumnya bersifat imbauan, namun kini menjadi pemeriksaan wajib bagi petugas dan relawan.

Terkait bantuan untuk almarhum, Fairid menyebut pihaknya telah memberikan perhatian kepada keluarga sejak Akhmad menjalani perawatan di rumah sakit hingga proses pemakaman.

Pemerintah juga membantu proses penggantian biaya yang sebelumnya sempat dikeluarkan pihak keluarga.

“Dari awal, baik dari rumah sakit sampai hari ini, kita memberikan perhatian. Kita bantu dari teman-teman,” pungkasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *