Kotawaringin Timur

Tambah Rp2 Miliar, Total BTT Kotim Rp7 Miliar

48
×

Tambah Rp2 Miliar, Total BTT Kotim Rp7 Miliar

Sebarkan artikel ini
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor. foto: ist

Dana Itu untuk Antisipasi Karhutla dan Kekeringan

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2 miliar melalui perubahan APBD 2026. Dengan tambahan tersebut, total BTT Kotim yang semula Rp5 miliar menjadi Rp7 miliar. Penambahan anggaran dilakukan di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kotim.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, tambahan BTT tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah daerah merespons kondisi darurat. Termasuk mendukung pengerahan organisasi perangkat daerah (OPD) membantu menyuplai air ke lokasi kebakaran maupun wilayah yang krisis air. “Saya sudah instruksikan ke sekda terkait penambahan anggaran BTT Rp2 miliar di perubahan APBD 2026, agar penanganan karhutla bisa lebih optimal,” kata Halikinnor, Sabtu (22/8/2026).

Saat ini, karhutla terjadi di sejumlah wilayah Kotim dan mulai berdampak terhadap kualitas udara dengan munculnya kabut asap. Di sisi lain, musim kemarau juga menyebabkan ketersediaan air bersih semakin terbatas. Terutama di sejumlah kecamatan di selatan Kotim.

Kondisi tersebut membuat dukungan anggaran menjadi penting agar pemerintah daerah bergerak lebih cepat ketika terjadi peningkatan kebutuhan penanganan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam membenarkan, BTT murni dalam APBD 2026 sebelumnya dialokasikan Rp 5 miliar. Melalui perubahan APBD, pemda menambah Rp 2 miliar sehingga total BTT menjadi Rp 7 miliar.

Dia menegaskan, tambahan BTT tersebut tidak secara khusus hanya untuk penanganan karhutla. Penggunaannya tetap menyesuaikan kondisi darurat dan kebijakan pemerintah daerah. “Itu nanti kebijakan bupati. Kalau sampai akhir tahun kami tidak bisa prediksi. Tapi kita akan lakukan kalkulasi terus setiap hari bagaimana memotret pembiayaan,” ujarnya.

Besarnya kebutuhan penanganan terlihat dari data BPBD Kotim. Sejak Januari hingga 20 Agustus 2026, tercatat 401 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar lebih dari 1.394 hektare. Dalam periode yang sama, akumulasi titik panas atau hotspot di wilayah Kotim mencapai 6.139 titik.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, BPBD Kotim mengerahkan 138 personel dalam penanganan karhutla. Jumlah personel dapat ditambah dengan mengerahkan anggota nonregu apabila terjadi lonjakan kejadian kebakaran. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *