Pulang Pisau

Pulpis Minta Sumur Bor Permanen ke Pusat

55
×

Pulpis Minta Sumur Bor Permanen ke Pusat

Sebarkan artikel ini
HADIR : Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i (tiga dari kiri) mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat kunjungan ke Pulang Pisau, Rabu (19/8/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Untuk Mendukung Penanganan Karhutla

PULANG PISAU – Untuk mendukung penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, secara maksimal, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mohon untuk dibangun beberapa sumur bor permanen ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan.

Dengan didukung sumur bor permanen yang layak, diharapkan dapat mendukung upaya penanganan dan penanggulangan karhutla lebih maksimal jika terjadi kebakaran seperti saat ini.

Hal itu disampaikan Bupati H Ahmad Rifa’i saat menerima kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni ketika meninjau karhutla di Desa Tumbang Nusa, Rabu (19/8/2026) sore.

“Hari ini saya bersama Gubenur Agustiar Sabran, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menerima kunjungan Menteri Kehutanan Bapak Raja Juli Antoni untuk melihat langsung karhutla di Desa Tumbang Nusa,” kata Ahmad Rifa’i, kemarin.

Bupati mengatakan, sebagai pemerintah pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi atas perhatian dan bantuan berbagai pihak, terutama pasukan darat yang bernaung di Kementerian Kehutanan seperti Manggala Agni, dan juga TNI, Polri dan pihak-pihak terkait yang terlibat dalam penanganan karhutla di Tumbang Nusa.

“Secara pribadi saya tadi bermohon kepada beliau (Menteri Kehutanan) agar dibangun sumur bor permanen untuk pencegahan karhutla ke depannya,” tegasnya.

Menurut bupati, keberadaan sumur bor permanen nantinya untuk mendukung penanganan karhutla ke depannya. “Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mengucapkan terima kasih atas kolaborasi BNPB pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kapolda, pangdam, Manggala Agni, BPBD provinsi, BPBD kabupaten dan seluruh pihak terkait yang terlibat penanganan dan penanggulangan karhutla di Desa Tumbang Nusa,” ucap Ahmad Rifa’i.

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Pulang Pisau yang akan membuka lahan untuk tidak dilakukan dengan cara membakar. “Mari kita jaga hutan dan lahan kita dari bencana karhutla,” tegasnya. (ung/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *