PeristiwaUtama

Cuma 10 Menit, Api Lahap Barak di Mendawai I, Dua Anak Tewas

1111
×

Cuma 10 Menit, Api Lahap Barak di Mendawai I, Dua Anak Tewas

Sebarkan artikel ini
KORBAN KEBAKARAN : Dahlina 50 tahun salah satu penghuni barak menjadi korban kebakaran di Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Selasa (11/8/26) sore. FOTO : IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kebakaran hebat melanda barak di permukiman warga Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Selasa (11/8/26) sore meninggal duka mendalam bagi para korban.

Kobaran api dilaporkan membesar dalam waktu singkat hingga membuat penghuni bangunan panik menyelamatkan diri.

Tragedi tersebut dikabarkan menelan korban jiwa. Dua orang anak berusia balita, masing-masing berusia 4 tahun dan 2 tahun, disebut meninggal dunia setelah terjebak dalam bangunan yang terbakar.

Komandan BPK Kamboja Sucipto mengungkapkan, kondisi korban sangat memprihatinkan. Orang tua korban juga disebut menangis histeris setelah mengetahui kedua anaknya menjadi korban. “Kondisi korban sudah memprihatinkan,” kata Sucipto.

Kesaksian penghuni barak menggambarkan betapa cepatnya api menjalar. Dahlina, 50 tahun, salah seorang penghuni barak, mengaku saat kejadian baru saja keluar dari kamar mandi dan tengah minum teh. Tiba-tiba terdengar teriakan meminta pertolongan dari arah bangunan di sebelahnya.

“Saya tadi dari kamar mandi, terus minum teh. Ada yang di sebelah rumah teriak-teriak, ‘Tolong, tolong’,” ujar Dahlina, Selasa (11/8/2026).

Ia kemudian melihat ke arah belakang bangunan. Saat itu, api sudah membesar. “Saya tengok ke sana, dikiranya anak-anak main biasa. Terus kulihat di belakang, api itu sudah jadi. Jadi kami keluar,” tuturnya.

Menurut Dahlina, kobaran api berkembang sangat cepat. Ia memperkirakan hanya sekitar 10 menit sejak pertama kali melihat api hingga situasi berubah menjadi kobaran besar. “Secepat itu. Paling 10 menit,” katanya.

Dahlina dan suaminya pun langsung menyelamatkan diri tanpa sempat membawa barang-barang dari dalam rumah. Saat api membesar, yang ada di pikirannya hanya keluar dari bangunan. “Yang penting diri selamat,” ujarnya.

Ia mengatakan permukiman tersebut terdiri atas beberapa barak yang berdempetan dalam satu deretan. Kondisi bangunan yang berdekatan membuat api cepat mengancam bangunan di sekitarnya.

Dahlina juga mengaku tidak mengetahui secara pasti dari bagian mana api pertama kali muncul. Saat ia melihat ke belakang, kobaran api sudah telanjur besar. “Saya kurang paham. Saya menengok ke belakang, langsung ada api,” katanya.

Ia sempat melihat seorang ibu keluar sambil membawa bayinya. Namun, setelah api semakin membesar, situasi berubah menjadi kepanikan dan warga berhamburan keluar.

Tidak ada waktu untuk menyelamatkan harta benda. Dahlina mengatakan sejumlah barang miliknya ikut terbakar. Beruntung, kendaraan yang berada di luar bangunan masih dapat diselamatkan.

Tak lama setelah kebakaran terjadi, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan upaya pemadaman.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran serta total kerugian masih dalam penanganan dan pendataan pihak berwenang.

Kebakaran ini menjadi tragedi memilukan bagi penghuni permukiman tersebut, terlebih setelah dua balita dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak saat api dengan cepat melahap bangunan. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *