DPRD Kalimantan Tengah

Dewan Dukung Pembaharuan Buku Ajar Huruf Lebih Besar

49
×

Dewan Dukung Pembaharuan Buku Ajar Huruf Lebih Besar

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugiyarto mendukung rencana pembaruan buku ajar dengan tampilan huruf yang lebih besar. Hal ini sangat membantu siswa dalam membaca materi pembelajaran.

Menurutnya, penyesuaian buku tidak hanya berkaitan dengan isi, tetapi juga tampilan tulisan yang digunakan. Ditambahkan  pembaruan buku ajar merupakan hal yang wajar dilakukan seiring adanya penyempurnaan dalam sistem pendidikan.

“Pak Presiden Prabowo kemarin ada keinginan untuk membentuk kurikulum baru, buku baru. Jadi, mungkin dari huruf itu akan diperbesar itu yang saya ketahui,” katanya, Senin (10/8).

‎Ia menilai penggunaan ukuran huruf yang lebih besar dapat menjadi salah satu upaya membantu peserta didik dalam mengikuti pembelajaran. Hal tersebut terutama berkaitan dengan kemampuan siswa mengenali dan membaca tulisan pada buku yang digunakan sehari-hari di sekolah.

‎Menurut Sugiyarto, kebijakan tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai perubahan pada bentuk fisik buku. Kemudahan siswa dalam memahami materi menjadi hal penting yang harus ikut dipertimbangkan dalam penyusunan buku ajar.

 “Intinya untuk memperbesar hurut yang akan diterapkan untuk membantu sehingga para murid atau anak-anak itu tidak kesulitan di dalam pembelajaran atau mengenal huruf-huruf yang ada,” jelasnya.

‎Ia juga menilai perubahan bentuk tulisan dari masa ke masa perlu menjadi perhatian dalam penyusunan buku. Menurutnya, pola penulisan yang dahulu banyak diajarkan melalui latihan menulis halus memiliki karakter berbeda dengan kebiasaan anak-anak saat ini.

“Kalau itu kembali ke huruf yang dulu, ada huruf miring. Saya ingat waktu itu menulis halus, saya pun enggak bisa,” ujar Sugiyarto.

‎Sugiyarto berharap pembaruan buku ajar benar-benar didasarkan pada kebutuhan peserta didik, bukan sekadar perubahan kurikulum atau tampilan. DPRD Kalteng mendorong agar setiap penyesuaian pendidikan tetap mempertimbangkan kemampuan siswa di sekolah sehingga buku yang digunakan dapat menunjang proses belajar secara optimal.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *