Isen MulangPalangka Raya

Pemadaman Listrik Bergilir, PJU Rusak

44
×

Pemadaman Listrik Bergilir, PJU Rusak

Sebarkan artikel ini
Sekda Kota Palangka Raya Arbert Tombak. foto: ist

PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kota Palangka Raya mulai menimbulkan kerugian bagi Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Selain membuat Penerangan Jalan Umum (PJU) padam, gangguan pasokan listrik juga menyebabkan sejumlah komponen PJU mengalami kerusakan sehingga harus diperbaiki. Bahkan ada diantaranya yang harus diganti dengan yang baru.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Arbert Tombak mengatakan, hasil koordinasi dengan PT PLN (Persero) menunjukkan pemadaman tidak dapat dibatasi hanya pada jaringan tertentu, termasuk untuk menjaga pasokan listrik PJU.

“PJU sangat terdampak. Hasil koordinasi kita dengan pihak PLN memang mereka tidak dapat membatasi pemadaman sesuai dengan harapan kita untuk PJU. Terutama saat pemadaman yang tidak kita ketahui jadwalnya, ini berpengaruh pada sistem sehingga secara otomatis PJU tidak bisa menyala kembali, harus kita setting ulang dan bahkan ada komponen-komponen yang rusak,” ujarnya, baru-baru ini

Menurut Arbert, pemadaman yang terjadi secara mendadak membuat sistem PJU harus dikonfigurasi ulang setiap kali aliran listrik kembali normal. Kondisi itu juga memicu kerusakan pada sejumlah perangkat yang kini ditangani Dinas Perhubungan.

“Sudah pasti ada kerugian. Cuma saat ini kita sulit untuk menghitung karena memang belum dapat diukur lokasi mana saja yang terdampak. Pihak Dinas Perhubungan masih melakukan pendataan terhadap titik-titik yang mengalami gangguan dan melakukan penggantian komponen yang rusak,” katanya.

Hingga kini, besaran kerugian yang ditanggung Pemko Palangka Raya belum dapat dipastikan karena proses pendataan masih berlangsung. Di sisi lain, laporan gangguan terus bertambah seiring pemadaman listrik yang masih terjadi.

“Belum bisa disebutkan nominalnya karena datanya masih bergerak. Setiap hari masih ada pembaruan karena pemadaman listrik masih terjadi,” tutupnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *