PALANGKA RAYA – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya mendukung langkah penyesuaian kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk melindungi kesehatan peserta didik dari dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi mengatakan keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
“Kami mendukung langkah Dinas Pendidikan melakukan penyesuaian pembelajaran. Keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi prioritas ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Ia juga mendukung kebijakan penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
Menurutnya, setiap satuan pendidikan perlu menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi di lapangan. “Sekolah harus mengikuti kondisi di lapangan. Kalau kualitas udara memang tidak memungkinkan, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dihentikan sementara demi melindungi anak-anak kita,” katanya.
Politikus Partai Golkar itu turut mengimbau para orang tua agar berperan aktif menjaga kesehatan anak selama kabut asap masih terjadi.
Orang tua diminta memastikan anak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengonsumsi makanan bergizi, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.
Selain itu, Subandi meminta pemerintah daerah terus memantau perkembangan kualitas udara dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan pembelajaran apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
Menurutnya, koordinasi antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait perlu terus diperkuat agar langkah penanganan dapat berjalan efektif. (ifa)












