PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh mengajak pemuda dayak menjada penjaga budaya. Diingatkan pemuda dayak agar tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.
“Generasi muda Dayak harus menjadi penjaga sekaligus inovator budaya. Modernitas bukan alasan untuk meninggalkan akar,” katanya, Kamis, (30/7). Menurutnya, kemajuan zaman harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya, bukan justru membuat generasi muda menjauh dari warisan leluhur.
Faridawaty menegaskan, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan keberlangsungan budaya Dayak di masa depan. Ia menilai budaya Dayak tetap dapat berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
Pemanfaatan media digital, kegiatan seni, hingga berbagai ruang kreativitas dinilai dapat menjadi sarana memperkenalkan budaya kepada generasi muda maupun masyarakat luas.
Menurut Faridawaty, tantangan terbesar saat ini bukan hanya derasnya pengaruh budaya luar, tetapi juga menurunnya kepedulian terhadap budaya sendiri apabila tidak dibangun sejak dini.
“Kesadaran budaya di kalangan pemuda harus dibangun secara kolektif agar tidak tenggelam oleh derasnya pengaruh globalisasi yang merambah ke berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas adat, hingga pemerintah daerah. Sinergi tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki ruang untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengembangkan budaya sesuai perkembangan zaman tanpa menghilangkan makna yang terkandung di dalamnya.
Faridawaty berharap semakin banyak kegiatan seni, budaya, dan adat yang melibatkan generasi muda secara aktif. “Saya berharap generasi muda terus diberi ruang untuk terlibat dalam berbagai kegiatan seni, adat, dan pelestarian budaya. Dengan begitu, budaya Dayak akan tetap terjaga, berkembang mengikuti perubahan zaman, tanpa kehilangan identitasnya,” ungkapnya.
DPRD Kalteng mendorong pelestarian budaya tidak berhenti sebatas seremoni, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama. Langkah tersebut dinilai penting agar identitas budaya Dayak tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalteng di tengah perkembangan zaman.(sep/*)












