Pemkab Lamandau Juga Mengatur Jam Antrean di SPBU
NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamanday bersama forum koordinasi pimpinan daerah menggelar rapat bersama pengelola stasiun pengisin bahan bakar umum (SPBU) di Lamandau, beberapa waktu lalu. Rapat itu sebagai upaya untuk mengakhiri kelangkaan dan mengurangi praktik pelangsiran serta mengembalikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Pada bersama forkopimda dan pengelola SPBU itu menegaskan bahwa pemerintah turun tangan dengan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) BBM sekaligus mengatur jam pelayanan di SPBU.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra melalui Sekretaris Daerah (Sekda) M Irwansyah mengatakan, pemerintah tidak tinggal diam menyikapi persoalan distribusi BBM yang belakangan dikeluhkan masyarakat.
Menurut dia, pemerintah telah memanggil sejumlah pengelola SPBU untuk duduk bersama mencari solusi agar distribusi BBM bersubsidi kembali tertata dan tidak memicu lonjakan harga di tingkat pengecer.
“Hari ini kami bersama forkopimda telah melaksanakan rapat dan audiensi dengan pelaku usaha SPBU. Tujuannya mencari solusi terbaik persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Irwansyah.
Dari pertemuan tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah kebijakan yang mulai berlaku ahir Juli 2026. Pertama, antrean pembelian BBM bersubsidi jenis pertalite dan solar di SPBU akan diatur khusus bagi masyarakat umum atau bebas pelangsir setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Kebijakan ini berlaku di wilayah Kecamatan Bulik dan Sematu Jaya.
Pemkab Lamandau juga menetapkan HET pertalite Rp13.000 per liter yang berlaku di Kota Nanga Bulik, kawasan SKPE, dan Kecamatan Sematu Jaya. Langkah ini diharapkan menekan harga jual di pengecer yang sebelumnya dilaporkan Rp 20 ribu per liter.
Sementara itu, pengaturan distribusi BBM untuk kecamatan lainnya akan dibahas awal Agustus 2026 bersama pemerintah kecamatan dan desa, agar kebijakan yang diterapkan sesuai kondisi masing-masing wilayah.
Irwansyah minta masyarakat tak perlu khawatir ketersediaan BBM bersubsidi di Lamandau. Menurutnya, stok maupun kuota yang disalurkan Pertamina masih dalam kondisi aman.
“Untuk kuota BBM bersubsidi di Lamandau kami pastikan aman. Yang menjadi fokus saat ini adalah penataan distribusi agar tepat sasaran dan masyarakat dapat memperoleh BBM dengan harga yang wajar,” tegasnya. (han/ens)












