PALANGKA RAYA – Kalangan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta Pertamina memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Kalteng aman. Permintaan itu disampaikan anggota dewan Hero Harapano Mandouw setelah melihat antrian masih terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Sekretaris Komisi II DPRD Kalteng itu menegaskan antrian BBM yang terjadi beberapa hari belakangan ini dinilai menjadi sinyal awal yang harus segera direspons agar persoalan kelangkaan BBM tidak kembali terjadi seperti beberapa waktu lalu.
Hero Harapano Mandouw menegaskan pihaknya tidak ingin masyarakat kembali dihadapkan pada kesulitan memperoleh BBM. Distribusi harus segera diperkuat ketika mulai terlihat adanya keterbatasan stok di lapangan. “Saya mengimbau agar permasalahan yang beberapa bulan lalu pernah terjadi, yakni kelangkaan BBM di Kalteng, jangan sampai terulang lagi. Kalau sudah mulai ada keterbatasan volume stok BBM, segera saja dikirim lagi,” ujarnya, Rabu (29/7).
Ia menilai antrean yang mulai terlihat di sejumlah SPBU perlu menjadi perhatian serius, meski belum tentu menunjukkan terjadinya kelangkaan. Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan keterlambatan penanganan distribusi dapat memicu kepanikan masyarakat dan memperpanjang antrean di berbagai daerah.
Hero mengatakan, Pertamina memiliki tanggung jawab menjaga kelancaran pasokan hingga ke seluruh wilayah. Koordinasi distribusi harus dilakukan secara cepat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus menunggu kondisi semakin memburuk. “Barangnya harus tetap ada. Melalui Pertamina, stok BBM di semua daerah di Kalteng harus dijamin tercukupi sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan mereka,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat membeli BBM dengan mekanisme yang berlaku dan membayar sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Ketersediaan pasokan merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi oleh penyedia distribusi energi. “Tidak ada juga BBM yang dibagikan secara gratis. Masyarakat membeli, jadi jangan sampai barangnya tidak tersedia ketika dibutuhkan,” kata Hero.
Komisi II DPRD Kalteng berharap Pertamina terus memantau kondisi stok di setiap daerah, terutama wilayah yang bergantung pada distribusi dari luar. Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian tidak terganggu akibat persoalan pasokan BBM.(sep/*)












