PALANGKA RAYA – Para peternak se-Kalimantan Tengah (Kalteng) menuntut kompensasi dan tanggungjawab PLN atas sejumlah kerugian akibat pemadaman listrik.
Aksi diluar nalar ditunjukkan oleh Persatuan Peternak Kalteng pada, Rabu (29/7). Mereka memberikan “Hadiah” istimewa berupa bangkai ayam tiren untuk PLN Palangka Raya.
Perwakilan peternak, Satrio, menyebut aksi ini tak semata-mata dilakukan karena bentuk protes. Namun, kerugian yang dialaminya telah mencapai ratusan juta rupiah karena ribuan ayam mati kehabisan oksigen saat aliran listrik terputus.
“Kalau listrik padam mendadak, bisa sampai lima ribu ekor ayam mati. Saat ini kami membawa sekitar 1.500 ekor bangkai ayam sebagai bukti kerugian kami,” katanya.
Menurutnya, seluruh kandang menggunakan sistem closed house yang sangat bergantung pada pasokan listrik. Genset hanya berfungsi sebagai cadangan dan tidak dirancang bekerja tanpa henti mengikuti jadwal pemadaman yang berubah-ubah.
“Kalau genset ikut bermasalah, suplai oksigen berhenti. Dalam hitungan menit ayam bisa mati massal,” ujarnya.
Satrio berharap PLN tidak hanya menyampaikan permohonan maaf, tetapi juga bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat.
“Kalau kami terus hidup dengan genset, lalu apa fungsi PLN? Ini bukan hanya soal peternak, tetapi juga bisa memicu kenaikan harga ayam dan akhirnya masyarakat yang ikut menanggung akibatnya,” pungkasnya.












