DPRD Kalimantan Tengah

‎Karhutla Meningkat, Warga Diminta Stop Bakar Lahan

51
×

‎Karhutla Meningkat, Warga Diminta Stop Bakar Lahan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG ‎

‎PALANGKA RAYA – Meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Kalteng menjadi perhatian serius anggota DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh.  Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, kebiasaan tersebut masih menjadi salah satu pemicu utama terjadinya Karhutla. Parlemen dari Partai Nasdem berharap warga agar turut mengantisi terjadinya Karhutla. Ia mencontohkan belakangan ini sudah bermunculan Karhutla seperti lahan gambut Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

 “Peristiwa Karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan. Mencegah jauh lebih mudah daripada memadamkan api yang sudah terlanjur membesar,” ujarnya, Selasa (14/7).

‎Data BPBD Kalteng mencatat sepanjang tahun 2026 ini telah terjadi 323 kejadian Karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 456,78 hektare. Memasuki pertengahan Juli,  kebakaran semakain meluas di Pulang Pisau. Sedangkan Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas terbanyak dalam beberapa hari terakhir.

‎Faridawaty menegaskan, pembakaran lahan tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat. “Karhutla bukan sekadar membakar semak atau lahan kosong. Dampaknya bisa merusak hutan, menghilangkan sumber penghidupan masyarakat, menimbulkan kabut asap, bahkan mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan apabila terus meluas,” katanya.

‎Ia menilai pengawasan di wilayah rawan perlu terus diperkuat agar setiap titik api dapat ditangani sejak dini. Peran masyarakat sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan selama musim kemarau berlangsung. “Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Kalau melihat ada titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, segera laporkan kepada petugas supaya bisa ditangani sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tegas Faridawaty.

‎DPRD Kalteng berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait terus meningkatkan patroli, sosialisasi, dan edukasi di kawasan rawan karhutla. Sinergi semua pihak dinilai menjadi langkah penting agar kebakaran tidak kembali meluas dan bencana kabut asap yang pernah terjadi di Kalteng dapat dicegah sejak dini.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *