MURUNG RAYA – Sidang Sinode Umum XXV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2026 menetapkan susunan Majelis Sinode GKE periode 2026 sampai dengan 2031. Dalam sidang yang berlangsung di Gereja Elioteria Christian Center, Puruk Cahu, Sabtu (11/7/26), Pdt. John Asihua dipercaya memimpin GKE sebagai Ketua Umum Majelis Sinode untuk lima tahun ke depan.
Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil penting dalam rangkaian Sidang Sinode Umum XXV GKE yang digelar di Kabupaten Murung Raya.
Selain menetapkan Ketua Umum, sidang juga memilih Pdt. Dein G. Narang sebagai Wakil Ketua Umum, Pdt. Gunedi sebagai Sekretaris Umum, Pdt. Rita Mariane Baun sebagai Wakil Sekretaris Umum, serta Pdt. Triotama T. Abel sebagai Bendahara.
Sejumlah pengurus lainnya turut ditetapkan untuk melengkapi kepengurusan Majelis Sinode GKE masa bakti 2026 sampai dengan 2031.
Ketua Umum Majelis Sinode GKE periode 2026 sampai dengan 2031, Pdt. John Asihua, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Majelis Sinode periode sebelumnya beserta seluruh jajaran Majelis Pekerja Harian (MPH) atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam memimpin pelayanan GKE selama lima tahun terakhir.
Ia menegaskan kepengurusan baru akan melanjutkan berbagai program strategis yang telah dirintis, sekaligus memperkuat pelayanan gereja agar semakin relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menjawab kebutuhan jemaat di seluruh wilayah pelayanan GKE.
Sementara itu, Bupati Murung Raya, Heriyus, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Majelis Sinode GKE yang baru dilantik. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa GKE semakin maju serta terus berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran Majelis Sinode GKE yang telah menerima amanah pelayanan. Semoga kepemimpinan yang baru dapat membawa GKE semakin maju, mempererat persaudaraan, serta terus berkontribusi dalam pembangunan karakter, kehidupan sosial, dan kerukunan umat di Kalimantan,” ujar Heriyus.
Menurutnya, GKE selama ini telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, membangun nilai-nilai kebersamaan, serta memperkuat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan gereja diharapkan terus terjalin demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Penetapan kepengurusan baru tersebut sekaligus menjadi awal pelaksanaan program pelayanan GKE. Melalui kepemimpinan yang baru, GKE diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembinaan umat, serta terus memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan di Kalimantan. (hms)












