Kotawaringin TimurUtama

Hadapi Kemarau, Kotim Tunggu Bantuan Irigasi dari Pusat

834
×

Hadapi Kemarau, Kotim Tunggu Bantuan Irigasi dari Pusat

Sebarkan artikel ini
Yephi Hartady Periyanto.

‎‎SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mencapai puncaknya Juli hingga Agustus 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menunggu realisasi bantuan sarana irigasi dari pemerintah pusat untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian.

‎Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan, usulan bantuan telah diajukan sejak awal tahun. Hingga kini, pihaknya masih menantikan kepastian pemerintah pusat mengenai waktu penyalurannya. ‎”Pengajuan sudah kami lakukan sejak Januari. Saat ini masih menunggu informasi dari pusat terkait kapan bantuan itu direalisasikan,” kata Yephi, Kamis (9/7/2026).

‎‎Bantuan yang diusulkan terdiri atas enam unit irigasi pompa dan empat unit irigasi pipa. Seluruh fasilitas tersebut direncanakan ditempatkan di wilayah selatan Kotim, khususnya Kecamatan Teluk Sampit dan Pulau Hanaut yang setiap tahun menjadi daerah paling rawan mengalami kekeringan saat kemarau. ‎”Yang diusulkan pompanya enam unit, sedangkan irigasi pipa empat unit. Lokasi pemasangannya di wilayah selatan, yakni Teluk Sampit dan Pulau Hanaut,” jelas Yephi.

‎‎Menurut dia, keberadaan sarana irigasi tersebut akan membantu petani mempertahankan pasokan air ketika curah hujan menurun, sehingga aktivitas budidaya tetap berjalan dan risiko gagal panen bisa ditekan.

‎Yephi berharap bantuan itu tidak hanya dimanfaatkan sebagai solusi darurat saat musim kemarau, tapi juga menjadi fasilitas permanen yang dikelola kelompok tani. Karena itu, pemerintah mengusulkan agar bantuan diberikan dalam bentuk hibah sehingga dapat dipelihara dan dimanfaatkan berkelanjutan.

‎”Harapannya jangan hanya dipakai saat penanggulangan kemarau, kemudian terbengkalai. Kalau bisa menjadi aset kelompok tani sehingga dapat dimanfaatkan terus untuk mendukung kegiatan pertanian,” ujarnya.

‎Yephi menilai irigasi pompa maupun irigasi pipa merupakan investasi jangka panjang bagi sektor pertanian, terutama di kawasan yang masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Dengan dukungan infrastruktur tersebut, produktivitas pertanian diharapkan tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.

‎DPKP Kotim berharap pemerintah pusat segera merealisasikan bantuan tersebut agar para petani memiliki sarana yang memadai untuk menjaga ketersediaan air dan mempertahankan produksi pangan selama puncak musim kemarau berlangsung. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *