NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus mengembangkan UMKM baru yang untuk memperbanyak masyarakat yang mampu mengubah keterampilan sederhana menjadi usaha produktif.
Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperluas kesempatan kerja melalui pelatihan handycraft. Hal ini disampaikan Abdul Hamid saat membuka secara resmi pelatihan UMKM, kemarin.
Kegiatan yang digagas pemerintah daerah ini menjadi salah satu langkah nyata mendorong lahirnya pelaku UMKM baru di Lamandau.
Abdul Hamid menegaskan, pelatihan handycraft bukan sekadar mengajarkan keterampilan membuat kerajinan tangan, tapi juga menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk membangun usaha mandiri dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Dari tangan-tangan kreatif para peserta ini, diharapkan tidak hanya lahir produk kerajinan bernilai ekonomi, tapi juga membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Bumi Bahaum Bakuba.
“Pelatihan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Saya berharap dari sini lahir pelaku usaha yang kreatif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya
Menurut dia, Lamandau memiliki potensi besar baik dari kekayaan alam maupun budaya yang bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi. Menurutnya, jika dipadukan dengan kreativitas, inovasi, kualitas produk, dan pemasaran yang baik, produk handycraft asal Lamandau dipastikan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamandau, Atie Dieni, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti sebanyak 20 peserta dari Kecamatan Bulik. Kegiatan berlangsung intensif selama tiga hari, mulai tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2026.
Menurut Atie, agar dapat bersaing di era modern, para peserta tidak hanya diajarkan aspek produksi saja. Mereka juga dibekali dengan ilmu manajemen bisnis penunjang. “Berikut adalah beberapa materi fokus yang diberikan selama pelatihan yaitu Pembuatan hampers, buket bunga, dan bunga dari limbah kain perca,” ujarnya.
“Pembangunan ketenagakerjaan tidak bisa dipisahkan dari pembangunan daerah. Lewat pelatihan ini, kami ingin meningkatkan keterampilan, kreativitas, sekaligus menumbuhkan jiwa usaha peserta agar mampu membuka peluang kerja baru,” jelas Atie. (han)












