Untuk Menjadi Motor Inovasi di Era Digital
SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penikmat perkembangan teknologi saja. Tapi bisa tampil sebagai pelaku perubahan yang mampu melahirkan inovasi bagi kemajuan daerah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika global, kaum muda dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan di masa depan.
Menurut Halikinnor, berbagai tantangan global, mulai dari transformasi digital, ketidakpastian ekonomi hingga perubahan iklim, menuntut lahirnya sumber daya manusia yang kreatif, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi.
”Saya mengajak seluruh generasi muda untuk terus berkarya, menjaga persatuan, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang dapat membuka peluang dan harapan baru bagi daerah kita,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Ia menilai dampak perubahan global kini tidak lagi hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi telah menyentuh kehidupan masyarakat di daerah. Karena itu, generasi muda Kotim didorong untuk mengambil peran aktif dalam menghadirkan solusi melalui inovasi di bidang teknologi, ekonomi kreatif, maupun kewirausahaan.
Halikinnor mengatakan, potensi anak muda akan menjadi kekuatan besar apabila dibarengi dengan kemauan untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan memanfaatkan teknologi secara produktif. Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Pemkab Kotim, lanjutnya, berkomitmen menciptakan iklim pembangunan yang mendukung tumbuhnya kreativitas dan inovasi masyarakat. Salah satunya melalui pengelolaan anggaran yang lebih efektif sehingga setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata.
”Efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi pelayanan kepada rakyat, tetapi bagaimana setiap program dan kegiatan benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Halikinnor menambahkan, tantangan pembangunan ke depan hanya dapat dijawab dengan pemerintahan yang responsif, birokrasi yang adaptif, serta masyarakat yang mampu mengikuti perkembangan zaman. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memanfaatkan peluang yang hadir di era ekonomi digital.
”Diperlukan pemerintahan yang responsif, birokrasi yang melayani, dan masyarakat yang siap beradaptasi dengan perubahan,” pungkasnya. (pri)












