Untuk Mencegah Kekerasan Terhadap Anak
SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Salah satu langkah yang diintensifkan adalah memberikan edukasi dan sosialisasi tentang perlindungan anak di berbagai satuan pendidikan sebagai upaya mencegah terjadinya tindak kekerasan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim dr Achmad Yusi mengatakan, sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar berbagai sekolah. Termasuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat.
”Sosialisasi kita lakukan terus. Kemarin kita juga melakukan sosialisasi di Sekolah Rakyat, karena merupakan program pemerintah pusat dan memiliki karakteristik peserta didik yang perlu mendapat perhatian khusus,” ujar Yusi, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, upaya perlindungan anak tidak cukup hanya melalui edukasi di sekolah. DPPPAPPKB juga secara rutin menggelar pembahasan kasus bersama organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyusun langkah penanganan yang terintegrasi terhadap setiap kasus yang terjadi.
”Kita juga menggelar gelar kasus. Kejadian-kejadian kekerasan terhadap anak kita bahas bersama teman-teman OPD, karena ada persoalan yang memang tidak bisa kita selesaikan sendiri,” katanya.
Yusi menjelaskan, penanganan kasus kekerasan terhadap anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Setiap instansi memiliki peran dan kewenangan masing-masing sehingga sinergi menjadi kunci agar penanganan korban maupun upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif.
Berdasarkan data DPPPAPPKB Kotim, sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 50 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani. Dari jumlah tersebut, sekitar separuh merupakan kasus yang melibatkan anak.
Sementara untuk tahun 2026, pihaknya masih melakukan pendataan sehingga jumlah kasus belum dapat dipastikan secara rinci. Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa langkah pencegahan tetap menjadi fokus utama.
”Yang paling penting adalah mencegah agar kekerasan terhadap anak tidak terjadi. Karena itu sosialisasi dan edukasi akan terus kami lakukan,” tegas Yusi.
Melalui penguatan edukasi, keterlibatan sekolah, keluarga, serta dukungan berbagai instansi, Pemkab Kotim berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak semakin meningkat sehingga angka kekerasan terhadap anak dapat terus ditekan. (pri)












