NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau menyampaikan tahapan pengendalian inflasi dalam rapat yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau Meigo Bisel, beberapa waktu lalu.
Dalam penyampaiannya, Asisten I Setda Lamandau Miego Bisel mengatakan, pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah saja. Tetapi membutuhkan sinergisitas semua pihak.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi agar pasokan tetap tersedia, distribusi lancar, dan harga kebutuhan pokok tetap stabil,” katanya dalam rapat itu.
“Saat ini Harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Lamandau mengalami perubahan pada pekan terakhir Juni 2026.kemarin”.jelasnya.
Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan,lanjutnya Pemerintah Kabupaten Lamandau memastikan pasokan pangan masih aman dan kondisi inflasi tetap terkendali.Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Lamandau, Meigo Bisel, dalam rapat tersebut
Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga di pasar sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. “Sesuai arahan pak bupati, sampai saat ini kondisi inflasi masih terkendali dan stok pangan di daerah relatif aman,” ujar Meigo.
Berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), harga bawang merah saat ini berada di angka Rp55.000 per kilogram, bawang putih Rp51.667 per kilogram, kentang Rp23.000 per kilogram, dan cabai keriting merah Rp65.000 per kilogram.
Sementara itu, di luar Pasar Induk Nanga Bulik, harga daging ayam tercatat Rp40.000 per kilogram, daging sapi Rp185.000 per kilogram, telur ayam ras Rp50.000 per piring, gula pasir Rp18.000 per kilogram, dan cabai rawit Rp65.000 per kilogram.
Meigo menegaskan pemerintah terus berkoordinasi dengan Bulog, distributor, dan pelaku usaha untuk menjaga kelancaran distribusi. Apabila terjadi gejolak harga yang signifikan, Pemkab Lamandau akan mengambil langkah antisipatif melalui operasi pasar. (han)












