Utama

Penangkapan Bandar Sabu di Desa Tumbang Kalemei Berujung Ricuh, Satu Anggota Polisi Tewas, Kasat dan Timnya Sempat Dikepung Oknum Warga

245
×

Penangkapan Bandar Sabu di Desa Tumbang Kalemei Berujung Ricuh, Satu Anggota Polisi Tewas, Kasat dan Timnya Sempat Dikepung Oknum Warga

Sebarkan artikel ini
Penangkapan Bandar Sabu di Desa Tumbang Kalemei Berujung Ricuh, Satu Anggota Polisi Tewas, Kasat dan Timnya Sempat Dikepung Oknum Warga.

PALANGKA RAYA – Penggerebekan kasus narkotika di pedalaman Kabupaten Katingan berujung tragedi. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Y, ditemukan meninggal dunia setelah tim yang dipimpinnya mendapat perlawanan dari warga saat melakukan penindakan terhadap terduga pengedar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7/2026).

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono membenarkan adanya anggota yang gugur dalam pelaksanaan tugas tersebut. “Ya benar. Anggota Satreskoba berinisial Aipda Y,” ucapnya saat dihubungi via telpon, Kamis (2/7/2026).

Selain satu anggota meninggal dunia, hingga Kamis siang dua personel lainnya masih belum diketahui keberadaannya dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa bermula setelah Satresnarkoba Polres Katingan menerima informasi masyarakat pada Rabu (1/7/2026) mengenai dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang pria berinisial BIO yang disebut merupakan residivis kasus narkotika.

Menindaklanjuti informasi itu, Kasat Resnarkoba bersama anggotanya berangkat menuju lokasi sekitar pukul 21.00 WIB. Tim tiba sekitar pukul 00.30 WIB dan kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba bergerak menuju rumah target operasi, sedangkan tim kedua bersiaga di sekitar SMPN setempat.

Saat penggerebekan berlangsung, petugas sempat memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangannya. BIO berhasil diamankan oleh Aipda Y. Namun situasi mendadak berubah ketika seorang pria dari arah dapur membawa parang dan menyerang petugas.

Petugas dan terduga pelaku pun adu kekuatan. Tak berselang lama, terduga pelaku tersebut berhasil dilumpuhkan dan diamankan.

Tak cukup sampai disitu, dua pria lainnya tak berselang lama keluar dari dalam rumah sambil membawa parang dan disebut menyerang ke arah Kasatresnarkoba.

Petugas sempat memberikan tembakan peringatan. Namun karena serangan terus berlanjut, salah seorang anggota melepaskan tembakan pelumpuh hingga salah satu penyerang terjatuh tepat di depan pintu rumah.

Insiden tersebut memicu kepanikan keluarga terduga pelaku. Teriakan histeris mengundang warga sekitar berdatangan. Berdasarkan keterangan kepolisian, massa kemudian melakukan perlawanan menggunakan parang, senjata api rakitan, serta berbagai benda lainnya sehingga situasi di lokasi menjadi tidak terkendali.

Dalam kondisi terdesak, anggota Satresnarkoba berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan personel tambahan dari Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah. Sebagian personel berlindung di sebuah pulau kecil di tengah sungai, sementara Kasatresnarkoba juga dikabarkan langsung menghubungi Kapolres untuk meminta bantuan.

Tim kedua yang bergerak menuju Polsek Katingan Tengah sempat mengalami pengejaran dan penghadangan oleh sejumlah orang yang membawa senjata api rakitan, balok kayu, dan parang.

Meski demikian, mereka berhasil lolos dan tiba di Polsek Katingan Tengah untuk melaporkan situasi sekaligus meminta bantuan evakuasi.

Sementara itu, personel yang bertahan di sekitar sungai berusaha menyelamatkan diri dengan berenang. Lima anggota berhasil lolos dan bersembunyi di kawasan hutan. Namun Aipda Y kemudian ditemukan meninggal dunia di sebuah lanting. Hingga Kamis (2/7/2026), sembilan anggota telah berhasil dievakuasi, sedangkan dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dalam pencarian melalui penyisiran di sepanjang aliran sungai. (ter/rdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *