Isen MulangPalangka Raya

Satu Pangkalan Elpiji di Sisingamangaraja Dibina

39
×

Satu Pangkalan Elpiji di Sisingamangaraja Dibina

Sebarkan artikel ini
sidak : Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya Fajar Bhakti inspeksi mendadak di 3 lokasi. Yakni dua pangkalan elpiji dan satu pengecer, baru-baru ini. IFA/RADAR KALTENG

DPKUKMPJuga Pasangi Spanduk Peringatan

PALANGKA RAYA – Satu pangkalan elpiji 3 kilogram di Jalan Sisingamangaraja, Kota Palangka Raya, mendapat pembinaan setelah terbukti melanggar ketentuan dalam penyaluran elpiji subsidi. Bentuk pembinaan yang diberikan berupa pemasangan spanduk bertuliskan ‘Pangkalan Dalam Pembinaan Untuk Melayani Anda Lebih Baik Lagi’ sebagai peringatan kepada pengelola pangkalan itu.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Kota Palangka Raya Fajar Bhakti mengatakan, pembinaan tersebut merupakan tindak lanjut hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga sebelumnya.

“Sebagai bentuk pembinaan terhadap pangkalan yang melanggar ketentuan. Sifatnya masih berupa teguran agar mereka memperbaiki pelayanan kepada masyarakat,” katanya, Selasa (30/6/2026).

Menurut Fajar, berdasarkan temuan sementara, baru satu pangkalan yang dikenai pembinaan. Namun jumlah tersebut masih dapat bertambah apabila ditemukan pelanggaran lain berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil inspeksi lanjutan.

Ia menjelaskan, pelanggaran yang ditemukan di pangkalan tersebut meliputi penjualan elpiji subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) serta terjadinya kekosongan stok. “Terkait kekosongan itu juga menjadi bahan pembinaan kepada agen maupun pangkalan,” jelasnya.

Fajar menambahkan, mekanisme pembinaan dilakukan berjenjang oleh Pertamina. Mulai agen hingga pangkalan. Pemko Palangka Raya berperan mengawasi distribusi elpiji subsidi agar penyalurannya sesuai aturan.

Sebelumnya, DPKUKMP Kota Palangka Raya bersama Pertamina Patra Niaga dan Satpol PP sidak di 3 lokasi. Yakni 2 pangkalan elpiji dan 1 pengecer, Rabu (24/6/2026). Dalam sidak tersebut ditemukan elpiji subsidi dijual di atas HET Rp 22 ribu per tabung, dengan harga di lapangan berkisar Rp 25 ribu hingga Rp 45 ribu. Selain itu, ketiga pangkalan yang diperiksa juga diketahui dalam kondisi kehabisan stok elpiji 3 kg. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *