DPRD Palangka Raya

Hatir Soroti Kemajuan Sepak Bola Asia

60
×

Hatir Soroti Kemajuan Sepak Bola Asia

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kota Palangka Raya Hatir Sata Tarigan.

PALANGKA RAYA – Di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia 2026, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Hatir Sata Tarigan justru menyoroti perkembangan pesat sepak bola Asia yang dinilainya semakin mampu bersaing dengan negara-negara kuat dari Eropa maupun Amerika Selatan.

Menurut Hatir, kemajuan sepak bola Asia dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dipandang sebelah mata. Negara seperti Jepang dan Korea Selatan telah menunjukkan konsistensi di berbagai turnamen internasional. Bahkan mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.

“Sepak bola Asia berkembang sangat baik. Jepang dan Korea Selatan sudah sangat mendunia. Mereka punya sistem pembinaan yang kuat dan banyak pemainnya tampil di kompetisi papan atas,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menilai perkembangan tersebut menjadi motivasi bagi Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas sepak bola nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, menurutnya, Timnas Indonesia menunjukkan progres yang cukup menggembirakan dan mulai diperhitungkan di kawasan Asia.

Hatir mengaku optimistis sepak bola Indonesia memiliki masa depan cerah. Ia berharap semangat yang saat ini sedang dibangun dapat menjadi modal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi, termasuk mewujudkan impian tampil di putaran final Piala Dunia.

“Saya berharap Indonesia bisa terus berkembang, lolos ke Piala Dunia yang akan datang, dan meraih hasil yang membanggakan pada Piala Asia 2027,” katanya.

Meski demikian, Hatir mengingatkan bahwa kemajuan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga didukung tata kelola kompetisi yang adil dan profesional. Karena itu, ia menilai seluruh pihak, termasuk konfederasi sepak bola di Asia, harus menjunjung tinggi prinsip sportivitas.

Ia menyoroti pelaksanaan babak playoff kualifikasi Piala Dunia zona Asia yang menurutnya sebaiknya digelar di tempat netral agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama.

“Kalau pertandingan menentukan digelar di negara salah satu peserta, tentu akan menimbulkan perdebatan. Akan lebih baik jika dilaksanakan di negara netral sehingga semua tim mendapatkan perlakuan yang adil,” tegas mantan manajer Persepar Palangka Raya itu.

Selain membahas perkembangan sepak bola Asia, Hatir mengakui bahwa Piala Dunia tetap menjadi ajang yang paling dinantikan masyarakat. Ia menilai turnamen empat tahunan tersebut selalu menghadirkan pertandingan berkualitas serta kejutan yang sulit diprediksi.

Menurut dia, kemunculan tim-tim nonunggulan yang mampu berbicara banyak di ajang internasional menjadi bukti bahwa peta persaingan sepak bola dunia semakin terbuka. Karena itu, ia berharap Indonesia dapat terus berbenah dan suatu saat mampu mengikuti jejak negara-negara Asia yang telah lebih dahulu mencatatkan prestasi di panggung dunia. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *