Kapuas

Warga Berharap Dipindah, Namun Terkendala Anggaran

111
×

Warga Berharap Dipindah, Namun Terkendala Anggaran

Sebarkan artikel ini
SEKERTARIS : Gerek Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan saat berada d iruang kerjanya. Alx

Ketika Workshop Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Kapuas di Tengah Kota

​Workshop Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Kapuas yang terletak di tengah kota menjadi sorotan publik. Warga berharap Workshop direlokasi ke tempat yang lebih representatif, namun terkenala anggaran.

Kepala DLHK Kabupaten Kapuas, dr. Tonun Irawati, melalui Sekretaris Dinas, Gerek mengakui  memang ada keinginan untuk merelokasi, namun saat ini masih terbentur sejumlah kendala teknis dan keterbatasan alokasi anggaran. Ia menjelaskan bahwa pihak dinas memahami aspirasi warga yang menginginkan pemindahan workshop demi kenyamanan tata kota.

“Harapan kita sama dengan harapan semua pihak, keberadaan workshop itu dipindahkan. Namun tentu saja banyak kendala yang dihadapi di lapangan, seperti kebutuhan biaya yang besar, pencarian lokasi alternatif yang tepat, serta faktor pendukung lainnya. Apalagi sekarang alokasi anggaran kita sangat terbatas,” katanya.

Kendati dihadapkan pada keterbatasan anggaran untuk relokasi total, DLHK Kapuas tidak tinggal diam. Gerek menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya taktis guna meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

“Namun kita tetap mengupayakan hal yang lebih baik dengan melakukan semenisasi pada tempat penumpukan sampah dan memperbaiki saluran air (drainase). Harapannya langkah ini dapat meminimalkan akibat buruk atau dampak lingkungan yang ditimbulkan dari adanya tumpukan sampah tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gerek memaparkan bahwa Workshop DLHK tersebut saat ini beroperasi penuh selama 24 jam. Kebijakan ini diambil guna memberikan fasilitasi pelayanan yang maksimal bagi masyarakat sekitar agar pembuangan sampah dapat lebih teratur.

“Keberadaan workshop itu kita buka 24 jam, sehingga warga bisa membuang sampah kapan saja. Kami menyadari memang banyak tempat penumpukan sampah di beberapa titik yang dianggap mengganggu estetika dan kenyamanan warga akhirnya ditutup. Oleh karena itu, pusat pengelolaan di workshop ini menjadi sangat krusial,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penumpukan volume sampah yang berlebih, DLHK Kapuas memastikan manajemen logistik dan armada pengangkutan berjalan dengan konsisten. Pihaknya terus berupaya menjaga ritme distribusi menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) agar tidak terjadi penumpukan yang mengendap lama.

“Upaya distribusi ke TPA terus diupayakan berjalan lancar setiap harinya. Langkah preventif ini penting untuk menghindari penumpukan yang overload dan mencegah timbulnya akibat yang tidak diinginkan, baik dari segi aroma maupun potensi masalah kesehatan lingkungan,” jelasnya.(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *