PeristiwaUtama

Dugaan Asmara Penyebab Tewasnya Mahasiswa Keperawatan

165
×

Dugaan Asmara Penyebab Tewasnya Mahasiswa Keperawatan

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP : Petugas dari Inafis Polresta Palangka Raya melakukan olah TKP di kamar kos seorang mahasiswa Keperawatan yang tewas di Jalan G Obos XXIV, Kelurahan Menteng, Minggu (14/6/2026). FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Kegelisahan seorang ibu kandung di kampung halaman menjadi awal terungkapnya peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang mahasiswa keperawatan di Kota Palangka Raya.

LF (19), mahasiswa asal Kabupaten Barito Selatan, ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan G Obos XXIV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Minggu (14/6/2026) sore.

Diduga faktor asmara menjadi penyebab tewasnya LF dalam kos tersebut.
Korban ditemukan dalam kondisi tergantung dalam kamar setelah pemilik kos mendapat permintaan dari keluarga untuk memeriksa keberadaan LF.

Sebelumnya, korban tidak dapat dihubungi sejak siang hari, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga yang berada di Barsel.

Sekitar pukul 14.45 WIB, pemilik kos mendatangi kamar korban. Setelah beberapa kali mengetuk pintu tanpa mendapat respons, ia mencoba membuka pintu yang ternyata tidak terkunci. Saat itulah korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung.

​”Saya benar-benar terkejut dan langsung memanggil istri saya. Kami segera berteriak meminta tolong kepada ketua RT dan warga sekitar,” kata Yanto (47), pemilik kos.

Temuan tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Ketua RT dan sejumlah warga berdatangan ke lokasi sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Petugas dari Polresta Palangka Raya segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Unit Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh. Sejumlah barang pribadi milik korban turut diamankan guna mendukung proses penyelidikan, termasuk telepon genggam, dompet, kartu identitas dan dokumen lainnya yang ditemukan dalam kamar.

Dari hasil pemeriksaan awal, aparat tidak menemukan tanda-tanda kerusakan pada pintu maupun indikasi adanya orang lain yang masuk secara paksa dalam kamar korban. Kondisi tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap kronologi kejadian.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju Ruang Jenazah RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan forensik. Tim dokter melakukan visum guna memastikan penyebab kematian sekaligus menyingkirkan kemungkinan adanya unsur kekerasan.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tidak ditemukan luka akibat penganiayaan ataupun tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban. Tim forensik menyimpulkan kematian terjadi akibat asfiksia atau kekurangan oksigen, dua jam sebelum ditemukan, yang lazim ditemukan pada kasus gantung diri.

Sementara itu, penyidik Satreskrim Polresta Palangka Raya juga menggali keterangan dari sejumlah saksi. Termasuk orang-orang terdekat korban.

Dari informasi awal yang diperoleh, korban diduga sempat mengalami persoalan pribadi yang berkaitan dengan hubungan asmara sebelum kejadian.

​”Korban diketahui tinggal seorang diri di kos tersebut. Berdasarkan catatan dan keterangan awal saksi-saksi di sekitar TKP, ada indikasi kuat korban sempat terlibat konflik personal atau cekcok dengan pacarnya beberapa saat sebelum kejadian,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini penyidik belum menemukan adanya unsur tindak pidana dalam kasus tersebut.

Meski demikian, proses penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi kematian mahasiswa yang dikenal pendiam tersebut. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *