Katingan

Pemkab Perkuat Pencegahan Konflik Sosial

72
×

Pemkab Perkuat Pencegahan Konflik Sosial

Sebarkan artikel ini
RAPAT: Bupati Katingan, Saiful memimpin Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial, Senin (8/6/26). FOTO: DISKOMINFOSTANDI KATINGAN

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan memperkuat upaya pencegahan konflik sosial yang berpotensi mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat, terutama terkait sengketa lahan, batas wilayah desa, serta pengelolaan sumber daya alam.
Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang dipimpin Bupati Katingan, Saiful, di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Katingan, Senin (8/6/26).
Rapat dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, perangkat daerah terkait, Badan Pertanahan Nasional (BPN), para camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, perwakilan masyarakat, serta pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Katingan.
Dalam arahannya, Bupati Saiful menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin konflik sosial berkembang dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Konflik tidak boleh dibiarkan berkembang. Kita harus hadir lebih cepat dari konflik itu sendiri. Kuncinya adalah komunikasi, keadilan, dan keterbukaan informasi,” ujarnya.
Pada rapat tersebut, pemerintah daerah juga memetakan sejumlah potensi konflik yang berisiko terjadi sepanjang 2026. Beberapa isu yang menjadi perhatian meliputi sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan, batas administrasi wilayah, serta berbagai persoalan sosial yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.
Pemkab Katingan menilai penyelesaian konflik secara cepat dan damai sangat penting karena konflik yang berkepanjangan dapat menghambat pembangunan, mengganggu aktivitas ekonomi warga, hingga menimbulkan ketidakpastian hukum.
Sebagai tindak lanjut, Bupati meminta penguatan sistem deteksi dini hingga tingkat desa dan RT/RW, percepatan mediasi sengketa lahan melalui kolaborasi pemerintah, BPN, dan tokoh adat, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Katingan berharap setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah sehingga stabilitas keamanan daerah tetap terjaga serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.
“Pemkab Katingan hadir untuk melindungi seluruh warganya tanpa kecuali. Jangan sampai perbedaan kepentingan memecah persatuan kita. Mari kita jaga Katingan tetap aman dan kondusif,” tutup Saiful. (ndi/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *