SAMPIT – Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berlanjut. Hingga akhir Mei 2026, pembangunan sekolah yang disebut-sebut menjadi pusat pendidikan terpadu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu telah mencapai 53 persen.
Kepala Dinas Sosial Kotim Hawianan mengatakan, pembangunan SRT 55 di kawasan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, dipacu agar dapat segera difungsikan pada tahun ajaran baru tahun ini. “Berdasarkan informasi terakhir yang kami terima sampai 22 Mei, progres pembangunan sudah mencapai 53 persen,” ujarnya, Senin (25/5/2026) lalu.
Menurut Hawianan, pihak pelaksana menargetkan penyelesaian bangunan utama seperti ruang kelas dan asrama akhir Juni 2026. Fasilitas tersebut menjadi prioritas agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan. “Target 30 Juni nanti ruang kelas dan asrama sudah selesai terlebih dahulu. Mudah-mudahan September semuanya sudah rampung total,” katanya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim dibangun di atas lahan hibah 6,7 hektare yang disiapkan Pemkab Kotim. Pembangunan fisik sepenuhnya dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara pemerintah daerah dilibatkan dalam tim teknis untuk mendukung kelancaran pembangunan.
Pemkab Kotim juga membantu kebutuhan pendukung di lapangan. Termasuk penyediaan fasilitas sementara bagi pekerja proyek.
Tak hanya menghadirkan ruang belajar, SRT 55 Kotim nantinya dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan pengembangan potensi siswa. Mulai sarana olahraga, gedung pertemuan, ruang terbuka hijau hingga fasilitas pengembangan bakat dan kompetensi pelajar.
Dinas Sosial Kotim saat ini tengah menjaring peserta didik baru untuk angkatan berikutnya. Seleksi dilakukan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Program Keluarga Harapan (PKH).
Sebanyak 270 siswa disiapkan mengisi SRT 55 Kotim, terdiri dari jenjang SD, SMP dan SMA, dengan masing-masing jenjang menampung 90 siswa.
Selain itu, sekitar 100 siswa angkatan pertama yang saat ini masih menempati bangunan sementara di kawasan Islamic Center Sampit nantinya juga akan dipindahkan ke gedung baru setelah pembangunan selesai. “Harapannya, tahun ajaran baru nanti SRT 55 Kotim ini sudah mulai digunakan,” harapnya. (dok)












