Feature

Perisai Generasi Muda dari Ancaman Narkoba

876
×

Perisai Generasi Muda dari Ancaman Narkoba

Sebarkan artikel ini
EDUKASI : Kasatresnarkoba Polresta Palangka Raya AKP Yonika Winner Te’dang mengedukasi tentang bahaya narkoba kepada siswa SMA Negeri 1 Palangka Raya, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Ketika Ruang Kelas Jadi Benteng

Pagi itu, suasana Aula SMA Negeri 1 Palangka Raya tidak seperti biasanya. Puluhan siswa siswi yang biasanya sibuk dengan pelajaran dan tugas sekolah tampak serius menyimak materi yang disampaikan tamu dari kepolisian. Bukan soal lalu lintas atau keamanan lingkungan, tapi tentang ancaman yang diam-diam bisa merenggut masa depan mereka. Yaitu narkoba.

RICKY THEODORUS, Palangka Raya

DI hadapan sekitar 50 siswa, Kasatresnarkoba Polresta Palangka Raya AKP Yonika Winner Te’dang mengajak para siswa memahami bagaimana narkotika bekerja dan mengapa zat tersebut begitu berbahaya.

Pembahasan tidak hanya berhenti pada jenis-jenis narkoba yang beredar di masyarakat, tetapi juga modus yang kerap digunakan para pelaku untuk menjaring korban dari kalangan remaja.

Para siswa terlihat antusias. Sesekali mereka mengangguk ketika mendengar penjelasan tentang dampak narkoba terhadap otak dan kesehatan. Beberapa lainnya tampak terkejut saat mengetahui bahwa kerusakan akibat zat adiktif tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga dapat menghancurkan cita-cita yang selama ini mereka bangun.

Bagi para pelajar, ancaman narkoba sering kali terasa jauh. Namun kenyataannya, peredaran barang haram itu bisa menyasar siapa saja tanpa mengenal usia maupun latar belakang. Karena itulah, edukasi dianggap menjadi langkah awal yang penting sebelum persoalan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

AKP Yonika menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang bahaya narkoba menjadi benteng utama agar para remaja mampu melindungi diri dari berbagai bentuk ajakan maupun pengaruh negatif yang mengarah pada penyalahgunaan narkotika.

“Pelajar adalah aset krusial bangsa. Melalui edukasi ini, kami tidak hanya sekadar memberikan larangan, tetapi membangun kesadaran kritis agar mereka memiliki imunitas secara mandiri untuk mengenali, menjauhi, dan dengan tegas menolak segala bentuk infiltrasi narkoba,” ucapnya.

Tak hanya mendengarkan, para siswa juga aktif mengajukan pertanyaan. Mereka ingin mengetahui cara mengenali ciri-ciri pengguna narkoba, langkah yang harus dilakukan jika menemukan penyalahgunaan di lingkungan sekitar, hingga konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku maupun pengedar. Interaksi itu menunjukkan bahwa isu narkoba bukan lagi persoalan yang dianggap jauh dari kehidupan mereka.

Bagi kepolisian, perang melawan narkoba tidak cukup dilakukan melalui penangkapan semata. Sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar harus bergerak bersama. Dari ruang kelas sederhana itulah harapan ditanamkan, agar para pelajar tidak hanya mampu menjaga dirinya sendiri, tetapi juga menjadi penyambung pesan kepada teman dan keluarga. Sebab mencegah satu anak terjerumus narkoba berarti menyelamatkan satu masa depan yang masih panjang untuk diwujudkan. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *