- Sempat Santai di Lantai 15 Kafe Menara Islamic Center
- Sering Kontrol ke RSJ Kalawa Atei dan RSUD Doris Sylvanus
PALANGKA RAYA – Warga Palangka Raya dibuat heboh oleh peristiwa yang terjadi di kawasan Masjid Raya Darussalam, Jalan G Obos induk, Kamis (11/6/2026) sore. Seorang pemuda bernama Zulfan Ariq Shofiudin (19) ditemukan terkapar di halaman masjid setelah diduga terjatuh dari bagian atas Menara Islamic Center. Kejadian tersebut sontak menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.55 WIB. Dalam waktu singkat, kabar kejadian tersebut menyebar melalui grup percakapan warga dan media sosial. Sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi berdatangan untuk melihat langsung. Sementara petugas dan relawan berupaya melakukan penanganan.
Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diketahui berada di Cafe Menara yang terletak di lantai 15 Menara Islamic Center. Di lokasi tersebut ditemukan sisa minuman matcha yang diduga dipesan korban sesaat sebelum peristiwa terjadi. Saat itu kondisi kafe disebut tidak terlalu ramai.
Karyawan Cafe Menara, M Azhar (19), mengungkapkan korban bukanlah pengunjung asing bagi mereka. Menurut dia, pemuda tersebut sudah beberapa kali datang seorang diri ke kafe yang berada di puncak menara tersebut. “Dia memang sering ke sini. Datangnya sendiri dan sebelumnya tidak ada yang aneh, biasa saja seperti biasanya,” ucapnya saat ditemui di lokasi.
Azhar menuturkan, korban datang sekitar pukul 16.00 WIB lebih dan menjadi satu-satunya pengunjung yang berada di area atas saat itu. Setelah memesan minuman, korban terlihat duduk santai seperti pengunjung pada umumnya. Tidak ada tanda-tanda yang dianggap mencurigakan selama korban berada dalam kafe. “Seperti biasa saja, santai. Tidak ada kelihatan gelisah atau bagaimana,” lanjut Azhar.
Ia mengaku baru mengetahui adanya insiden tersebut setelah mendapat informasi dari orang lain bahwa ada seseorang yang terjatuh dari bagian atas menara. “Saya tahunya setelah ada yang memberitahu kalau ada orang jatuh,” katanya.
Di balik peristiwa itu, terungkap bahwa korban memiliki riwayat kesehatan yang cukup panjang. Berdasarkan keterangan petugas, Zulfan Ariq Shofiudin merupakan warga Jalan Kecubung, Palangka Raya, yang pernah mengalami radang otak pada tahun 2023. Ayahnya disebut-sebut merupakan seorang dokter umum yang bertugas di puskesmas di Palangka Raya.
Sejak 2023, putra dari pasangan Falat Shofiudin dan Nony itu rutin menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan. Termasuk kontrol ke poli saraf dan layanan kesehatan jiwa di RSJ Kalawa Atei.
Keterangan keluarga juga menyebutkan bahwa korban pernah mengalami kejadian serupa pada tahun 2025 ketika melompat dari balkon rumah. Informasi tersebut kini menjadi bagian dari bahan pendalaman yang dilakukan pihak berwenang untuk mengetahui secara utuh latar belakang peristiwa yang terjadi.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak berspekulasi serta menghormati privasi keluarga yang tengah berduka atas musibah tersebut. (ter/ens)
Informasi yang Dihimpun di Lapangan:
Keterangan ayah kandung:
* Pada 2023 didiagnosis radang otak oleh dokter.
* Tiap bulan rutin ke RS Doris Sylvanus kontrol ke poli syaraf
* Juga ke RSJ Kalawa Atei pemeriksaan kejiwaan.
* Pada 2025, loncat dari balkon rumah hingga luka di wajah.
* Kamis (11/6/2026) pagi berobat ke poli syaraf RSUD Doris Sylvanus.
* Terakhir melihat anaknya Kamis (11/6/2026) sore izin ke mamahnya.
Keterangan ibu kandung:
* Terakhir bertemu korban pukul 16.00 WIB
* Korban pamit ke Menara Masjid Raya Darussalam
* Tujuan ke menara mau ngopi
* Mamanya sempat melarang.
* Korban jalan kaki ke menara.
* Sempat kontrol ke poli syaraf RS Doris Sylvanus
* Didiagnosa dokter mengidap skizofrenia sejak 2023.
* Pada 2025, pernah lompat dari balkon rumah.
* Korban sering main ke Menara Masjid Raya Darussalam.












