Feature

Bagikan 313 Pop Mie kepada Pengandara di Jalanan

896
×

Bagikan 313 Pop Mie kepada Pengandara di Jalanan

Sebarkan artikel ini
BAGI POP MIE : Para pelajar kelas IX SMP Islam Nurul Ihsan yang baru saja dinyatakan lulus membagikan 313 pop mie ke pengendara di Jalan Diponegoro, Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). IFA/RADAR KALTENG

Cara Ungkapan Rasa Syukur Kelulusan Pelajar SMP Islam Nurul Ihsan

Tidak ada panggung megah. Tidak ada pesta meriah. Juga tidak ada iring-iringan kendaraan yang memenuhi jalanan Kota Palangka Raya. Di sebuah persimpangan lampu merah di Jalan Diponegoro, sekelompok remaja berseragam sekolah justru memilih berdiri di bawah terik matahari sambil membawa kardus-kardus berisi pop mie.

SITI NUR MARIFA, Palangka Raya

SATU per satu mereka menyapa pengendara yang berhenti dan menyerahkan bingkisan sederhana itu dengan senyum tulus. Mereka adalah para pelajar kelas IX SMP Islam Nurul Ihsan Palangka Raya yang baru saja dinyatakan lulus.

Bagi sebagian orang, satu bungkus pop mie mungkin bukan sesuatu yang istimewa. Namun bagi 313 pelajar yang baru menuntaskan perjalanan tiga tahun di bangku sekolah menengah pertama, pop mie itu menjadi simbol rasa syukur.

Jumlah yang dibagikan pun bukan angka sembarangan. Sebanyak 313 pop mie disiapkan. Sama dengan jumlah pelajar di angkatan mereka. “Ini dalam rangka tasyakuran atas kelulusan kami,” ujar Naysila Saputri, salah satu perwakilan pelajar, Rabu (3/6/2026).

Di usia yang masih belia, mereka memilih merayakan kelulusan bukan dengan hura-hura. Tidak pula dengan pesta yang menghabiskan banyak biaya. Mereka memilih berbagi.

Sederhana, namun penuh makna. Di sela lampu merah yang berganti warna, para pelajar bergegas menghampiri pengendara. Ada yang menerima dengan senyum, ada yang tampak terkejut. Bahkan ada yang mengucapkan terima kasih sambil menganggukkan kepala.

Momen-momen kecil itulah yang membuat kegiatan tersebut terasa hangat. Tak banyak yang mereka ketahui soal persiapan kegiatan. Pengadaan pop mie sebagian besar diurus oleh guru dan pihak sekolah. Para pelajar hanya mendapat amanah untuk turun langsung ke jalan membagikannya kepada masyarakat. Namun dari cara mereka menjalankan tugas itu, terlihat jelas bahwa yang dibagikan bukan sekadar makanan instan.

Mereka sedang membagikan kebahagiaan. Mungkin nilainya tidak besar. Mungkin jumlahnya tidak banyak jika dibandingkan dengan berbagai perayaan kelulusan yang sering terlihat di media sosial.

Tetapi di balik satu bungkus pop mie yang berpindah tangan, tersimpan pesan sederhana tentang rasa syukur dan kepedulian.

Di saat banyak pelajar merayakan kelulusan dengan konvoi atau pesta, para pelajar SMP Islam Nurul Ihsan memilih cara yang berbeda. Mereka menjadikan momen kelulusan sebagai kesempatan untuk berbagi.

Karena pada akhirnya, kelulusan bukan hanya tentang berakhirnya masa sekolah. Kelulusan juga tentang pelajaran hidup yang dibawa pulang.

Dan hari itu, di tengah lalu lintas yang ramai, para pelajar tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari kemewahan. Kadang ia hadir dalam bentuk yang sangat sederhana. Satu bungkus pop mie, satu senyuman, dan satu rasa syukur yang dibagikan kepada sesama. (ifa/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *