Utama

Ompreng Berserakan, Sopir Pengantar MBG Dipecat

605
×

Ompreng Berserakan, Sopir Pengantar MBG Dipecat

Sebarkan artikel ini
TERCECER : Puluhan ompreng yang terjatuh akibat kelalaian pengemudi saat pengantaran menu MBG di Bundaran Burung, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Selasa (2/6/2026) lalu. FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Insiden jatuhnya puluhan ompreng makanan bergizi gratis (MBG) di Bundaran Burung, Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya, Selasa (2/6/2026) lalu, berujung pada tindakan tegas dari penyelenggara program itu. Pengemudi mobil boks yang mengangkut makanan tersebut diberhentikan setelah dinilai lalai dalam proses distribusi makanan ke penerima manfaat.

Kepala SPPG Palangka Raya Pahandut Langkai 4 melalui Kepala Korwil BGN Kota Palangka Raya Analistra Susedia Putri mengatakan, hasil evaluasi menunjukkan kejadian tersebut murni disebabkan human error. Pintu belakang kendaraan pengangkut makanan diketahui tidak tertutup rapat saat perjalanan berlangsung.

Akibat kelalaian tersebut, puluhan ompreng terjatuh di jalan dan videonya viral di media sosial. Rekaman itu memicu berbagai spekulasi di masyarakat terkait kondisi makanan yang akan disalurkan kepada para siswa penerima manfaat. “Tindakan tegas telah diambil dengan pemberhentian pengemudi yang lalai,” kata Analistra, Kamis (4/6/2026).

Namun BGN memastikan sebagian besar ompreng yang terjatuh masih dalam kondisi utuh. Dari keseluruhan wadah yang jatuh, hanya 19 ompreng yang dinyatakan tidak layak konsumsi karena isi makanannya berserakan.

“Terlihat di video memang jumlah yang terjatuh lebih. Dari keseluruhan ompreng yang terjatuh 19 isinya berserakan dan sisanya masih utuh,” jelasnya.

Untuk menjamin hak penerima manfaat tetap terpenuhi, seluruh ompreng yang rusak langsung diganti dengan jumlah yang sama. Dengan demikian, tidak ada siswa yang kehilangan jatah makanan pada hari tersebut.

Analistra menegaskan tidak ditemukan adanya kerugian maupun kontaminasi terhadap makanan yang telah didistribusikan. Proses penanganan dilakukan segera setelah kejadian diketahui oleh petugas di lapangan.

SPPG dan Korwil BGN juga telah berkoordinasi dengan SMKN 3 Palangka Raya sebagai salah satu penerima program. Berdasarkan hasil pengecekan bersama, makanan yang diterima siswa dipastikan aman dan layak untuk dikonsumsi. “Dari PIC sekolah juga sudah mengonfirmasi bahwa ompreng yang masih utuh tetap aman dikonsumsi,” tegasnya.

Melalui evaluasi tersebut, BGN menegaskan standar distribusi MBG akan terus diperketat. Kejadian tersebut dijadikan pelajaran penting agar seluruh petugas lebih cermat dalam menjalankan prosedur pengangkutan, sehingga program MBG dapat terus berjalan lancar dan tepat sasaran. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *