Utama

Ompreng MBG Berserakan, BGN Berikan Penjelasan

116
×

Ompreng MBG Berserakan, BGN Berikan Penjelasan

Sebarkan artikel ini
OMPRENG BERSELERAKAN: Sejumlah ompreng Program MBG terlihat berserakan di sekitar Bundaran Burung, Jalan RTA Milono, Palangka Raya. Insiden tersebut terjadi akibat pintu box kendaraan distribusi terbuka saat perjalanan, sehingga sebagian makanan terjatuh. Foto: tangkapan layar/IST/RADAR KALTENG

Makanan yang Terjatuh Dipastikan Diganti

PALANGKA RAYA – Sebuah video yang memperlihatkan puluhan ompreng atau wadah makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berserakan di jalan mendadak viral di media sosial. Rekaman yang diunggah oleh salah satu akun sosial media itu menarik perhatian publik dan memicu beragam komentar dari warganet.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di sekitar Bundaran Burung, Jalan RTA Milono, Kota Palangka Raya. Dalam video yang beredar pada Rabu (3/6/2026) pagi, terlihat sejumlah ompreng tergeletak di badan jalan hingga area sekitar bundaran. Pengendara yang melintas hanya bisa menyaksikan kondisi itu.

Beredarnya video tersebut langsung menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warganet mempertanyakan keamanan distribusi makanan dalam program nasional tersebut, sementara lainnya berharap ada penjelasan resmi dari pihak terkait.

Menanggapi hal itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Palangka Raya, Analistra, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut sebenarnya terjadi sehari sebelumnya, yakni Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB saat proses distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palangka Raya Pahandut Langkai 4 menuju SMKN 3 Palangka Raya.

Kendaraan operasional yang digunakan mengalami kendala teknis berupa terbukanya pintu box saat berada di perjalanan. Hasil evaluasi awal menunjukkan kejadian tersebut dipicu kelalaian pengemudi yang tidak memastikan sistem penguncian pintu kendaraan telah tertutup sempurna sebelum berangkat.

Akibat insiden itu, sebanyak 19 ompreng berisi makanan bergizi terjatuh dan tidak dapat disalurkan kepada penerima manfaat. Namun pihak SPPG segera mengambil langkah cepat dengan menyiapkan makanan pengganti dalam jumlah yang sama dari dapur produksi.

“Seluruh makanan yang terjatuh tidak didistribusikan kepada penerima manfaat. Kami langsung menggantinya dengan makanan baru untuk memastikan keamanan pangan dan kualitas layanan tetap terjaga,” tegas Analistra saat dibincangi, Rabu (3/6/2026).

Sebagai tindak lanjut, pihak SPPG telah melaporkan kejadian tersebut kepada koordinator wilayah dan koordinator kecamatan. Manajemen bersama mitra pelaksana juga melakukan evaluasi internal serta memberikan tindakan tegas kepada pengemudi yang bertanggung jawab.

Pihaknya BGN juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan memastikan insiden serupa tidak terjadi kembali dan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan standar operasional distribusi Program Makan Bergizi Gratis di Palangka Raya.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan,” tutur Analistra. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *