Kapuas

Panggung Promosi Pelestarian Kain Tradisonal

110
×

Panggung Promosi Pelestarian Kain Tradisonal

Sebarkan artikel ini
HADIRI : Ketua Dekranasda Kapuas Siti Saniah Wiyatno saat mengadiri wastra Festival 2026

Ketika Dekranasda Kalteng Menggelar Wastra Festival 2026

Momentum peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Kalteng dimanfaatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk menggelar “Dekranasda Kalteng Wastra Festival Tahun 2026”. Berikut ceritanya.

Bertempat  di GOR Indoor Serbaguna KM 4,5, Dekranasda Kalteng menyelenggarakan Wastra Festival Tahun 2026. Kegiatan yang diikuti hampir seluruh Dekranasda tingkat kabupaten dan kota sebagai upaya Dekranasda Kalteng memperkenalkan kain tradisional dan  produk-produk unggulan lainya.

Festival ini  menjadi panggung utama promosi sekaligus upaya pelestarian kain tradisional dan produk kerajinan khas Bumi Tambun Bungai. Di beberapa kabupaten dan kota di Kalteng, setiap daerah memiliki produk-produk unggulan masing-masing.

Begitu juga setiap kabupaten dan kota juga memiliki motif dan corak kain tradisioanl masing-masing. Keunggulan-keunggulan akan dipromosikan di ajang Wastra Festival Tahun 2026. Tujuanya agar para pengunjung dan peserta bisa mengenali kain tradisional masing-masing daera lain di Kalteng.

Festival bergengsi ini dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Agenda tahunan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus daerah, termasuk Ketua Dekranasda Kabupaten Kapuas, Siti Saniah Wiyatno, serta seluruh Ketua dan anggota Dekranasda kabupaten/kota se-Kalteng.

​Dalam sambutannya, pihak Dekranasda menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar pameran visual, melainkan sebuah wadah strategis untuk memperkenalkan kekayaan motif dan filosofi wastra (kain tradisional) Kalteng ke kancah yang lebih luas.

Guna memberikan dampak edukasi yang lebih mendalam, rangkaian acara juga diisi dengan Talk Show Wastra yang mengusung tema “Pesona Wastra Kalteng – Menjaga Tradisi Memperkokoh Jati Diri”.

Diskusi interaktif ini menghadirkan ekosistem perajin secara lengkap, mulai dari perajin tradisional, desainer busana, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga generasi muda kreatif.

Melalui tema tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan ruang kolaborasi, memperluas jalur promosi, sekaligus memberikan apresiasi tinggi bagi para pelaku industri kreatif lokal.

Keterlibatan generasi muda dalam talk show ini juga dinilai krusial sebagai jembatan estafet dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Kalimantan Tengah di era modern.(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *