DPRD Kalimantan Tengah

Dewan Apresiasi Batara Juara FBIM 2026

121
×

Dewan Apresiasi Batara Juara FBIM 2026

Sebarkan artikel ini
‎PENUTUPAN : Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari saat menghadiri malam penutupan FBIM 2026 di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, Sabtu(23/5). BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Keberhasilan kontingen Kabupaten Barito Utara meraih juara umum pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng). Dominasi pada sejumlah cabang lomba budaya dinilai menunjukkan keseriusan daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan tradisi lokal.

‎Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, ofisial, dan pihak terkait yang telah bekerja keras membawa nama Barito Utara hingga meraih prestasi tertinggi pada ajang budaya tahunan tersebut. “Ini tentu pencapaian yang sangat membanggakan. Saya mengapresiasi seluruh kontingen Barito Utara yang sudah tampil maksimal dan mampu menunjukkan bahwa budaya daerah tetap dijaga dengan baik,” ujarnya, Senin(25/5).

‎

‎Menurut Ansyari, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui persiapan matang dan kerja sama seluruh pihak. Ia menilai FBIM bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah memperkenalkan kekayaan budaya Kalteng kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman. “Ajang seperti FBIM memiliki arti penting karena menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya daerah. Generasi muda harus terus diberi ruang untuk mencintai dan mempertahankan budaya lokal,” katanya.

‎

‎Dalam pelaksanaan FBIM 2026, Barito Utara berhasil meraih sejumlah prestasi, di antaranya Juara I Karnaval Budaya, Juara I Manyipet Putra dan Putri, Juara I Besei Kambe Putri, Juara II Sepak Sawut, Juara II Mangaruhi Putri, serta Juara III Balogo Putra.

‎

‎Ansyari berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi kabupaten dan kota lain di Kalteng untuk terus mengembangkan seni dan budaya daerah masing-masing. Ia juga mengingatkan agar budaya lokal tidak hanya ditampilkan saat festival, tetapi tetap hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *