Kotawaringin Timur

Tangani Banjir, Wabup Kotim dan Jajaran Bersihkan Drainase

120
×

Tangani Banjir, Wabup Kotim dan Jajaran Bersihkan Drainase

Sebarkan artikel ini
GOTONG ROYONG : Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati bersama jajaran saat gotong royong membersihkan saluran air di Kecamatan Baamang, Selasa (19/5/2026). ‎APRI/RADAR KALTENG

‎SAMPIT – Di tengah banjir yang masih merendam sejumlah kawasan di Kota Sampit, Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati turun langsung ke lapangan memimpin aksi gotong royong membersihkan saluran air atau drainase di Kecamatan Baamang, Selasa (19/5/2026).

‎Dengan mengenakan pakaian lapangan, Irawati bersama puluhan personel gabungan tampak menyusuri saluran air di sepanjang Jalan Cristopel Mihing hingga simpang Desmon Ali. Mereka membersihkan tumpukan sampah, endapan pasir hingga membongkar kayu yang menghambat aliran air.

‎‎Aksi tersebut dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah daerah dalam menangani banjir akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir yang menyebabkan genangan di sejumlah titik perkotaan Sampit.

‎“Alhamdulillah hari ini saya memimpin langsung kegiatan gotong royong bersama beberapa OPD terkait untuk mempercepat penanganan banjir,” ujar Irawati.

‎Dalam kegiatan itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) diterjunkan, mulai dari Dinas SDABMBKPRKP, BPBD, Damkarmat, DLH, Satpol PP, Kecamatan Baamang, pihak kelurahan hingga RT dan RW setempat.

‎Turut hadir Kepala Dinas Damkarmat Akhmad Taufik, Kasatpol PP Widya Mandala, Plt Camat Baamang Yudi Aprianur beserta para lurah di wilayah Kecamatan Baamang.

‎Berbekal peralatan sederhana seperti cangkul, garuk, parang dan kantong sampah, petugas berjibaku membersihkan saluran yang selama ini tersumbat. Hasilnya, aliran air di beberapa titik mulai kembali lancar dan genangan perlahan surut.

‎Irawati mengungkapkan, banjir cukup parah terjadi di sejumlah kawasan seperti Jalan Cristopel Mihing, Jalan Walter Condrad, kawasan Tjilik Riwut hingga Perumahan Bromo. Bahkan beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas ikut terdampak. ‎“Untuk sementara penanganan dilakukan secara manual melalui gotong royong bersama masyarakat dan OPD,” katanya.

‎Meski demikian, pemerintah daerah sebelumnya juga telah menurunkan empat unit alat berat untuk membantu normalisasi drainase di sejumlah lokasi yang memungkinkan dijangkau alat berat.

‎Menurut Irawati, penanganan drainase di kawasan padat penduduk memiliki tantangan tersendiri. Selain kondisi saluran yang sempit, terdapat bangunan warga yang menjorok hingga menghambat proses normalisasi.

‎Namun pendekatan persuasif terus dilakukan pemerintah daerah agar masyarakat memahami pentingnya menjaga fungsi drainase demi mencegah banjir berulang. ‎“Alhamdulillah masyarakat cukup kooperatif setelah kami turun langsung memberikan pemahaman. Ini untuk kepentingan bersama,” tandasnya. (pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *