Sapu Bersih Rangking Pertama Pertumbuhan Penerimaan PKB, BBNKB, Opsen PKB dan Opsen BBNKB se-Kalteng
PALANGKA RAYA – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kapuas layak diberi acungan jempol. Bersama UPT-PPD Samat Kapuas menyapu bersih penghargaan rangking pertama tingkat pertumbuhan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Penghargaan itu meliputi rangking pertama pertumbuhan penerimaan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), rangking pertama pertumbuhan penerimaan Opsen PKB dan rangking pertama pertumbuhan penerimaan Opsen BBNKB periode Triwulan I tahun 2026.
“Kabupaten Kapuas jadi bintang hari ini dengan menyabet 4 rekor sekaligus. Hebat. Ini adalah hasil kolaborasi dan sinergi yang baik antara Bapenda Kapuas dan UPT-PPD Samsat Kapuas,”ujar Robert Coven, S.STP, MAP., Kepala Bidang Pajak Bapenda Kalteng dalam acara Rapat Rekonsiliasi PKB, BBNKB, Opsen PKB, Opsen BBNKB dan Opsen MBLB Triwulan I di Aula Besar Bapenda Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangkaraya, Senin (18/5).
Robert menambahkan, Bapenda Kapuas mencatat pertumbuhan penerimaan PKB tertinggi sebesar 18,83%, mencetak pertumbuhan penerimaan tertinggi Opsen PKB sebesar 21%, penerimaan tertinggi Opsen BBNKB sebesar 52% dan mencetak pertumbuhan penerimaan BBNKB tertinggi sebesar 93,75%. “BBNKB ini dari kendaraan baru. Berarti di Kapuas banyak orang beli mobil baru,”jelas Robert.
Kepala Bapenda Kapuas, Yaya, S.P., menyambut baik prestasi ini. “Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan dan target tahunan tercapai. Big goal-nya adalah peningkatan kontribusi PAD terhadap APBD serta kemandirian fiskal daerah bisa tercapai,”ucap Yaya yang didampingi sejumlah pejabat lingkungan Bapenda Kapuas.
yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Bidang Pengkajian dan Pengendalian Muhammad Abidin, SE, M.A., Kepala Bidang Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Ofra Yekamia, A.Md, Kepala Subbidang Pendataan, Penilaian dan Penetapan Pajak dan Retribusi Daerah, Badriah, S.Sos dan Analis Keuangan Pusat Daerah Zulianto, SE beserta jajaran Bapenda Kapuas.
Kepala UPT-PPD Bapenda Kalteng di Kapuas (UPT Samsat Kapuas) Mira Diyanty, SE, MM., mengatakan bahwa kenaikan ini dipicu salah satunya oleh kegiatan Pempator (Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor) yang diikuti kegiatan Hayak Bahayau serta kegiatan pendataan dan rekonsiliasi pembayaran PKB ke seluruh SKPD dan Instansi Vertikal di Kabupaten Kapuas.
“Kegiatan ini merupakan sinergi Bapenda Kapuas dan UPT-PPD Samsat Kapuas yang dibiayai dana cost sharing opsen,”ujar Mira. Dana cost sharing opsen adalah skema pendanaan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam membiayai operasional pemungutan PKB, BBNKB, MBLB beserta Opsen PKB, Opsen BBNKB dan Opsen MBLB.
Sementara, Kepala Bapenda Provinsii, Anang Dirjo,S.P., M.M , mengatakan bahwa Bapenda harus mengoptimalkan PAD sebagai satu-satunya pendapatan daerah yang bisa diandalkan saat ini agar TPP pegawai tidak dipotong. “Karena tidak mungkin lagi minta ke pusat,”tegasnya. (Alx/hms)












