Kapuas

Jangan Panik Saat Melihat Kompor Gas Terbakar

71
×

Jangan Panik Saat Melihat Kompor Gas Terbakar

Sebarkan artikel ini
PADAM - Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hj. Siti Saniah Wiyatno saat mencoba memadamkan api pada kegiatan Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran di Aula Kecamatan Mantangai, Senin (18/5/2026).

Ketika Istri Bupati Kapuas Belajar Jadi Pemadam Kebakaran

Pemadam kebakaran tidak hanya menjadi tanggungjawab petugas saja. Semua masyarakat termasuk ibu-ibu pejabat pun harus memiliki keterampilan memadamkan api saat terjadi kebakaran.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kapuas menyelenggarakan pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Mantangai, Senin (18/5), diikuti sejumlah pegawai di lingkungan kecamatan, kader PKK , kader Posyando dan beberapa orang tokoh masyarakat setempat.

Menariknya dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hj. Siti Saniah Wiyatno mengikuti kegiatan Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran. Istri Bupati Kapuas itu tidak sendirian. Ia didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kapuas Hertitati Dodo dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kapuas Silvya Veronita Usis I. Sangkai.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya keluarga, dalam menghadapi potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Pelatihan diisi dengan pemberian materi terkait pencegahan kebakaran, penanganan awal saat terjadi kebakaran rumah tangga, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga langkah-langkah evakuasi darurat.

Proses pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi simulasi penanganan kebakaran yang diikuti antusias oleh para peserta. Para istri pejabat dan kader PKK serta masyarakat setempat begitu semangat  mengikuti pelatihan. Teknik memadamkan kompor gas ketika terbakar menjadi materi paling menarik bagi ibu-ibu peserta.

Ibu-ibu rumah tangga memang menjadi orang pertama kali yang mengadapi ketika kompor gas di rumahnya tiba-tiba terbakar. Kebiasaan yang terjadi, ibu-ibu rumah tangga akan panik ketika melihat kompor gasnya terbakar. Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan tidak lagi panik ketika terjadi kebakaran baik disebabkan kompor gas meledak atau penyebab lainya.

Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut dan menilai kegiatan itu sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.

Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam mencegah terjadinya kebakaran, terutama melalui kewaspadaan terhadap instalasi listrik, penggunaan kompor, maupun sumber api lainnya di lingkungan rumah tangga.

“Melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat, khususnya ibu-ibu dan keluarga, dapat memahami langkah-langkah penanganan awal sehingga risiko kebakaran dapat diminimalisir,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan lingkungan masing-masing demi mencegah terjadinya musibah kebakaran.

Sementara itu, pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kapuas menjelaskan bahwa pelatihan keluarga tanggap kebakaran merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat guna membangun budaya sadar keselamatan dan kesiapsiagaan bencana. (alx/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *