Barito Timur

Distribusi BBM di SPBU Longkang Terkendali

129
×

Distribusi BBM di SPBU Longkang Terkendali

Sebarkan artikel ini
PANTAU : Pemerintah Kabupaten Barito Timur bersama TNI dan Polri memantau langsung pendistribusian bahan bakar minyak di SPBU Longkang, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Pemkab Bartim Bersama TNI dan Polri Pantau Langsung di Lapangan

TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur bersama TNI dan Polri serta unsur terkait lainnya mengecek langsung ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Longkang. Pengecekan itu untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) berjalan aman, tertib dan terkendali di tengah meningkatnya antrean masyarakat.

Asisten I Setda Barito Timur Ari Panan P Lelo mengatakan, hasil pemantauan petugas di lapangan menunjukkan distribusi BBM di SPBU Longkang masih berjalan, meski pasokan dari depo Banjarmasin mengalami keterlambatan akibat penyesuaian harga baru sejak 30 April 2026.

“Pengiriman dari depo Banjarmasin saat ini memang belum normal karena ada kenaikan harga, sehingga pihak penyalur harus menyesuaikan dengan harga baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengiriman pertamax mencapai 8 ribu liter dengan harga Rp 12.600 per liter. Untuk pembatasan pengisian, kendaraan roda empat maksimal Rp 500 ribu dan roda dua Rp 160 ribu.

Sementara itu, pertalite juga dikirim sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp 10 ribu per liter, dengan batas pembelian roda empat maksimal Rp 400 ribu dan roda dua Rp 100 ribu.

Kemudian untuk dexlite tersedia 8 ribu liter dengan harga Rp 26.600 per liter. Sedangkan bio solar juga dikirim sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp 6.800 per liter dan maksimal pengisian Rp 400 ribu.

Menurut Ari Panan, langkah pengaturan antrean turut dilakukan guna menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat saat melakukan pengisian BBM di SPBU.

“Di SPBU dilakukan pembagian empat jalur antrean. Yakni dua jalur untuk roda empat sesuai posisi tangki kiri dan kanan, serta dua jalur khusus roda dua agar antrean lebih tertib dan aman,” jelasnya.

Selain memantau kondisi di SPBU, tim juga melakukan pengecekan harga BBM di sejumlah kios dan warung pengecer. Dari hasil pemantauan, harga pertamax dijual sekitar Rp15 ribu per liter dan pertalite berkisar Rp13 ribu per liter.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tertib, meskipun pasokan BBM masih terbatas. “Kami mengimbau warga yang antre di SPBU tetap menjaga ketertiban. Untuk mengurangi antrean, masyarakat juga dapat membeli BBM di pertashop yang tersedia meskipun kuotanya sekitar 3 ribu liter,” katanya.

Ia juga menegaskan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan berlebihan di tengah kondisi keterbatasan BBM saat ini.

“Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan dari situasi ini. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan agar distribusi BBM tetap berjalan baik dan masyarakat tetap terlayani,” pungkasnya. (diskominfo/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *