Kotawaringin Barat

Tren Positif Populasi Sapi Potong di Kobar

159
×

Tren Positif Populasi Sapi Potong di Kobar

Sebarkan artikel ini
PEMBUKAAN : Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah didampingi Wakil Bupati Suyanto saat membuka Kontes Ternak di Lapangan Desa Pangkalan Dewa, Kecamatan Pangkalan Lada, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Upaya Pemerintah Daerah Memperkuat Ketahanan Pangan

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus mengupayakan pengembangan sektor peternakan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut dinilai kian menunjukkan hasil positif yang ditandai dengan berkembangnya populasi sapi potong.

Bupati Kobar Nurhidayah mengungkapkan, angka kelahiran pedet di Kabupaten Kobar mencapai 2.698 ekor selama tahun 2025. Kelahiran sapi ini merupakan hasil dari program inseminasi buatan serta intensifikasi kawin alam yang berjalan optimal.

“Pemerintah daerah mengapresiasi para peternak yang telah berkontribusi besar terhadap peningkatan populasi sapi potong. Capaian ini menjadi langkah penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Bupati pun menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Pangkalan Dewa dalam menciptakan nilai tambah bagi sektor peternakan.

Salah satu inovasi tersebut terlihat dalam kontes ternak melalui Dinas Pertanian dan Peternakan yang digelar di Kecamatan Pangkalan Lada.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan Desa Pangkalan Dewa. Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan kreativitas, potensi desa seperti peternakan bisa dikemas menjadi daya tarik wisata dan kekuatan ekonomi,” ungkapnya.

Kontes ternak dirancang sebagai wadah bagi para peternak untuk menampilkan kualitas hewan ternak, sekaligus sebagai sarana edukasi dan hiburan warga setempat.

Nurhidayah berharap, kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan dan menginsipirasi desa-desa lain untuk menggali potensi lokalnya.

“Sektor peternakan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai usaha tradisional, melainkan mampu berkembang menjadi sektor modern yang kompetitif, menarik minat investasi, hingga melahirkan peternak muda yang inovatif dan berdaya saing,” harapnya. (fit/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *