Utama

Sidak Gabungan Satu Mobil Pakai Barcode Palsu

469
×

Sidak Gabungan Satu Mobil Pakai Barcode Palsu

Sebarkan artikel ini
Sales Branch Manager Kalteng, Bagas Wahyu Wicaksono. BUDHI SEPRATAMA PUTRA///RADAR KALTENG

//JUDUL

///
PALANGKA RAYA – Sidak gabungan yang dilakukan pihak Pertamina bersama tim terkait di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya, Kamis(7/5), menemukan satu kendaraan empat yang diduga melakukan praktik pelangsiran BBM subsidi menggunakan barcode tidak sesuai dengan jenis kendaran maupun nomor polisi, kendaraan yang digunakan ada grandmax sedangkan kendaraan difoto barcode adalah avanza. Temuan tersebut langsung menjadi perhatian serius karena dinilai berpotensi merugikan distribusi BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak.

Sales Branch Manager Kalteng, Bagas Wahyu Wicaksono menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut bersama aparat penegak hukum. “kedepannya pasti kita akan coba perbaiki dari sistem kami. Tapi yang terindikasi pelangsir, nanti akan kami tindak lanjuti bersama tim dan kemungkinan juga bergandengan dengan aparat penegak hukum terkait penyalahgunaan barcode,” ujarnya kepada wartawan usai sidak.

Ia menjelaskan, saat ini Pertamina masih melakukan pendalaman terkait barcode yang digunakan kendaraan tersebut. Tim internal akan memeriksa apakah barcode itu dipakai untuk pembelian Pertalite atau produk BBM lainnya. Menurutnya, investigasi dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sekaligus mencegah praktik serupa kembali terjadi di lapangan.

Bagas juga menyebutkan bahwa Pertamina telah mengambil langkah antisipasi untuk menjaga distribusi BBM tetap lancar di tengah tingginya kebutuhan masyarakat. “Saat ini kami melakukan penambahan jam operasional SPBU. Jadi yang biasanya maksimal sampai jam 10 malam, kami extend sampai jam 12 malam,” katanya.

Selain itu, Pertamina telah memberikan penekanan kepada seluruh SPBU di Kota Palangka Raya agar lebih teliti saat melayani pembelian BBM subsidi menggunakan barcode. “SPBU harus melakukan analisa sebelum pelayanan. Dicek dulu apakah mobilnya sesuai dengan barcode dan komponennya cocok. Kalau tidak sesuai, maka boleh dilakukan penolakan seperti tadi,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa Pertamina siap memberikan sanksi kepada Operator bahkan SPBU yang terbukti terlibat atau lalai dalam pengawasan.

Melalui pengawasan yang lebih ketat dan kerja sama dengan berbagai pihak, Pertamina berharap distribusi BBM subsidi dapat tepat sasaran serta tidak lagi dimanfaatkan oleh oknum pelangsir demi keuntungan pribadi.(sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *