PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, didampingi Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta, menghadiri peringatan Hari Kartini 2026 yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pulang Pisau di Aula Banama Tingang, Selasa (28/6/26).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau Tendean Indra Bella, Ketua GOW Pulpis Hj. Dwi Erlina, Ketua TP PKK Hj. Hasanah Rifa’i, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta undangan lainnya.
Mewakili Bupati, Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam menembus berbagai keterbatasan sosial.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis di berbagai sektor kehidupan dan tidak terpisahkan dari pembangunan daerah. Selain itu, perempuan juga menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan keluarga serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Momentum Hari Kartini 2026 ini diharapkan dapat memperkuat peran perempuan dalam pembangunan di berbagai sektor,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan perempuan di Kabupaten Pulang Pisau menunjukkan perkembangan signifikan melalui berbagai kegiatan sosial. Keterlibatan organisasi perempuan dinilai semakin aktif dalam mendukung program pembangunan daerah secara berkelanjutan.
“Organisasi perempuan telah berkontribusi nyata dalam mendukung program prioritas pembangunan daerah, khususnya di bidang sosial kemasyarakatan,” tegasnya.
Selain itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Jayadikarta juga menjelaskan bahwa tema Hari Kartini tahun ini diharapkan menjadi inspirasi lintas generasi serta relevan dengan kondisi perempuan di era modern.
Tema tersebut mendorong pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Berbagai program yang dijalankan organisasi perempuan juga menyasar isu penting, seperti pendidikan, pernikahan usia dini, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), melalui sosialisasi langsung ke sekolah dan masyarakat.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta perlindungan terhadap perempuan dan anak di daerah,” pungkasnya. (ung/ifa)
Bupati Hadiri Peringatan Hari Kartini












